HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI DI MEDSOS PADA REMAJA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI DI MEDSOS PADA REMAJA


Pengarang

Cut Nadhifatul Hawary - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nucke Yulandari - 197707222010012101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101130013

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kesepian merupakan kondisi psikologis yang semakin banyak dialami oleh
remaja seiring dengan perkembangan teknologi dan intensitas penggunaan media
sosial. Pengungkapan diri di media sosial sering dianggap sebagai salah satu cara
untuk mengurangi perasaan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara kesepian dan pengungkapan diri di media sosial pada remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.
Subjek penelitian berjumlah 356 remaja berusia 15–18 tahun yang berdomisili di
Banda Aceh, yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan
metode multistage cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah UCLA
Loneliness Scale Version 3 dan Revised Self-Disclosure Scale. Analisis data
dilakukan menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dan uji korelasi
Pearson. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r=–0,078
dengan nilai signifikansi p= 0,144 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan
yang signifikan antara kesepian dan pengungkapan diri di media sosial pada
remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan diri di media sosial
tidak secara langsung berkaitan dengan tingkat kesepian yang dialami remaja.

Loneliness is a psychological condition increasingly experienced by adolescents alongside the advancement of technology and the growing intensity of social media use. Self-disclosure on social media is often considered one way to reduce feelings of loneliness. This study aims to examine the relationship between loneliness and self-disclosure on social media among adolescents. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 356 adolescents aged 15–18 years residing in Banda Aceh, selected using probability sampling with a multistage cluster sampling technique. The instruments used were the UCLA Loneliness Scale Version 3 and the Revised Self-Disclosure Scale. Data analysis was conducted using the Kolmogorov–Smirnov normality test and Pearson correlation test. The results of the hypothesis test showed a correlation coefficient of r = –0.078 with a significance value of p = 0.144 (p > 0.05), indicating that there is no significant relationship between loneliness and self-disclosure on social media among adolescents. These findings suggest that self-disclosure on social media is not directly associated with the level of loneliness experienced by adolescents.

Citation



    SERVICES DESK