PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR EMBEDDED AMPAS TEBU TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI SAMHONG KING (BRASSICA RAPA VAR. CHINENSIS L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR EMBEDDED AMPAS TEBU TERHADAP IKLIM MIKRO DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI SAMHONG KING (BRASSICA RAPA VAR. CHINENSIS L.)


Pengarang

SYABILA NATASYA PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zaitun - 197209132006042001 - Dosen Pembimbing I
Taufan Hidayat - 197805102006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205101050065

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan dan produksi sawi Samhong King dipengaruhi oleh faktor iklim dan unsur hara dalam tanah. Perubahan iklim dan kekurangan unsur hara di dalam tanah dapat menimbulkan dampak negatif yaitu pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal. Maka daripada itu, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukannya praktik pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan biochar embedded sebagai bahan pembenah tanah untuk memodifikasi iklim mikro dan meningkatkan produksi tanaman Samhong King. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari Universitas Syiah Kuala dengan ketinggian 3,82 mdpl 5° 34' 5,02" LU, 95° 22' 36,19" BT dan di Gampong Pineung Kota Banda Aceh dari bulan Agustus 2025-Febuari 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 21 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 16 tanaman sehingga terdapat 336 tanaman. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari suhu tanah kedalaman 0 cm, 7,5-8 cm, dan 14-15 cm; kelembaban tanah 7,5-8 cm dan 14-15 cm; suhu dan kelembaban udara; intensitas radiasi matahari dan curah hujan; pH tanah; volume akar (ml); dan bobot segar per tanaman (g tanaman⁻¹). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biochar embedded berpengaruh nyata terhadap parameter iklim mikro tanah yakni, suhu tanah kedalaman 0 dan 7,5-8 cm pada 9 MSA serta kelembaban tanah kedalaman 7,5 cm pada 3, 5, 9, dan 10 MSA. Selain itu, biochar embedded juga berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pH tanah pada kedalaman 14-15 cm. Kombinasi perlakuan biochar embedded ampas tebu 10 ton ha⁻¹ + pupuk kandang sapi 10 ton ha⁻¹ rata-rata memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter iklim mikro tanah. Sementara itu, biochar embedded ampas tebu 10 ton ha⁻¹ + pupuk urea 200 kg ha⁻¹ rata-rata memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter pH tanah. Pada parameter produksi, biochar embedded ampas tebu 10 ton ha⁻¹ cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik pada volume akar dan biochar embedded ampas tebu 10 ton ha⁻¹ + pupuk urea 200 kg ha⁻¹ cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik pada bobot segar per tanaman (g tanaman⁻¹).

The growth and yield of Samhong King mustard greens are influenced by climatic factors and soil nutrients. Climate change and a lack of soil nutrients negatively impact plant growth and development. Therefore, to address these issues, sustainable agricultural practices that utilize embedded biochar as a soil amendment to modify the microclimate and increase the yield of Samhong King mustard plants are needed. This study was conducted at the Biochar and Sustainable Tropical Forest Research Center at Universitas Syiah Kuala at an elevation of 3.82 m above sea level, 5° 34' 5.02“ N, 95° 22' 36.19” E, and in Gampong Pineung, Banda Aceh, from August 2025 to February 2026. This study employed a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments and 3 replicates, resulting in 21 experimental units. Each experimental unit consisted of 16 plants, totaling 336 plants. The parameters observed in this study included soil temperature at depths of 0 cm, 7,5–8 cm, and 14–15 cm; soil moisture at depths of 7,5–8 cm and 14–15 cm; air temperature and humidity; solar radiation intensity and rainfall; soil pH; root volume (mL); and fresh weight per plant (g plant⁻¹). The results of the study showed that the embedded biochar had a significant effect on soil microclimate parameters, namely soil temperature at depths of 0 and 7,5–8 cm at 9 MSA, and soil moisture at a depth of 7,5 cm at 3, 5, 9, and 10 MSA. In addition, embedded biochar had a highly significant effect on soil pH at a depth of 14–15 cm. The treatment combination of sugarcane bagasse-embedded biochar at 10 tons ha⁻¹ + cow manure 10 tons ha⁻¹ had a more favorable effect on soil microclimate parameters. Meanwhile, the combination of sugarcane bagasse-embedded biochar at 10 tons ha⁻¹ + urea 200 kg ha⁻¹, on average, had a more favorable effect on soil pH. Regarding production parameters, the treatment with sugarcane bagasse-embedded biochar at 10 tons ha⁻¹ tended to yield better results for root volume, whereas the treatment with sugarcane bagasse-embedded biochar at 10 tons ha⁻¹ + urea 200 kg ha⁻¹ tended to yield better results for fresh weight per plant (g plant⁻¹).

Citation



    SERVICES DESK