Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROSES PENERAPAN AKAD TABARRU’ PADA PRODUK DANASISWA SYARIAH PT ASURANSI BRI LIFE CABANG BANDA ACEH
Pengarang
Mifta Hussaidah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ahmad Nizam - 196609201993031003 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2301002030028
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Keuangan dan Perbankan (D3) / PDDIKTI : 61406
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
5.1 Kesimpulan
Setelah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama tiga bulan di PT Asuransi BRI Life Cabang Banda Aceh dan melakukan analisis terhadap produk Danasiswa Syariah, penulis mengambil beberapa kesimpulan utama sebagai berikut:
1. Efektivitas Mekanisme Akad Tabarru’: Penerapan akad tabarru’ telah berjalan sesuai dengan prinsip ta’awun (tolong-menolong). Perusahaan secara konsisten menerapkan pemisahan dana (segregated fund) antara Dana Tabarru’, Dana Investasi, dan Ujrah. Hal ini membuktikan bahwa operasional produk telah sejalan dengan Fatwa DSN-MUI No. 53/DSN-MUI/III/2006 dan bebas dari unsur riba, gharar, maupun maysir.
2. Sistem Kontribusi yang Teratur: Prosedur pembayaran kontribusi telah tersusun secara sistematis dan transparan. Penggunaan metode autodebet menjadi solusi efektif bagi nasabah di Banda Aceh untuk menjaga keberlangsungan polis. Namun, masih ditemukan celah dalam pemahaman nasabah mengenai rincian alokasi dana yang masuk ke dana investasi dibandingkan dengan dana hibah (tabarru’).
3. Fungsi Sosial Dana Tabarru’: Mekanisme penyaluran dana tabarru’ telah berfungsi sebagai instrumen perlindungan finansial yang nyata. Produk ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat Aceh karena menjamin keberlangsungan dana pendidikan anak meskipun orang tua selaku peserta mengalami risiko meninggal dunia atau penyakit kritis.
4. Tantangan Implementasi: Kendala utama di lapangan bukan terletak pada sistem internal perusahaan, melainkan pada rendahnya literasi asuransi syariah di tengah masyarakat dan hambatan administratif dalam pemenuhan dokumen klaim yang seringkali memperlambat proses pencairan.
Secara menyeluruh, Danasiswa Syariah merupakan produk yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Aceh yang religius, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas edukasi dan efisiensi layanan klaim di lapangan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dan analisis yang telah dilakukan, penulis memberikan saran kepada beberapa pihak. Bagi PT Asuransi BRI Life Cabang Banda Aceh, disarankan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai asuransi syariah dan mengoptimalkan layanan digital dalam proses klaim. Bagi Financial Advisor, disarankan agar memberikan penjelasan yang lebih rinci dan mudah dipahami mengenai akad tabarru’, pembagian kontribusi, serta manfaat produk kepada peserta. Bagi Program Studi DIII Keuangan dan Perbankan Universitas Syiah Kuala, disarankan agar terus memperkuat pembelajaran yang berkaitan dengan praktik industri keuangan syariah agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji produk asuransi syariah dengan fokus yang lebih spesifik agar hasil penelitian semakin mendalam.
5.1 Conclusion After completing a three-month internship at PT Asuransi BRI Life (Banda Aceh Branch) and analyzing the Danasiswa Syariah product, the author draws the following key conclusions: 1. Effectiveness of the Tabarru’ Contract Mechanism: The implementation of the tabarru’ contract aligns with the principle of ta’awun (mutual assistance). The company consistently maintains a segregation of funds—specifically the Tabarru’ Fund, Investment Fund, and Ujrah (fee). This demonstrates that the product's operations comply with DSN-MUI Fatwa No. 53/DSN-MUI/III/2006 and are free from elements of riba (usury), gharar (uncertainty), and maysir(gambling). 2. Structured Contribution System: Contribution payment procedures are organized systematically and transparently. The use of an auto-debit method serves as an effective solution for customers in Banda Aceh to ensure policy continuity. However, there remain gaps in customer understanding regarding the allocation of incoming funds—specifically the distinction between the investment fund and the tabarru’ (grant) fund. 3. Social Function of the Tabarru’ Fund: The distribution mechanism for the tabarru’ fund serves as a tangible instrument for financial protection. The product holds strategic value for the people of Aceh, as it guarantees the continuity of children's education funds even if the participating parent faces the risk of death or critical illness. 4. Implementation Challenges: The primary obstacles in the field do not stem from the company's internal systems but rather from low public literacy regarding Sharia insurance and administrative hurdles in fulfilling claim documentation requirements, which often delay the disbursement process. Overall, Danasiswa Syariah is a product highly relevant to the needs of Aceh’s religious community; however, its success depends heavily on the quality of education provided and the efficiency of claim services in the field. 5.2 Recommendations Based on the internship experience and the analysis conducted, the author offers recommendations to several parties. It is recommended that the Banda Aceh branch of PT Asuransi BRI Life continue to enhance public education regarding Sharia insurance and optimize digital services for the claims process. Financial Advisors are advised to provide participants with more detailed and easily understandable explanations concerning the tabarru’ contract, contribution allocation, and product benefits. The Diploma III Finance and Banking Study Program at Syiah Kuala University is encouraged to further strengthen instruction related to Sharia financial industry practices to better prepare students for the workforce. Finally, future researchers are advised to examine Sharia insurance products with a more specific focus to ensure deeper research findings.
PELAKSANAAN AKAD TABARRU’ PADA PT. ASURANSI TAKAFUL CABANG BANDA ACEH (Tasha Chairmiza, 2014)
PENGARUH INVESTASI, PREMI, KLAIM DAN DANA TABARRU' TERHADAP PERTUMBUHAN ASET PADA PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH (Ami Sumarni, 2023)
PELAKSANAAN PERALIHAN ASURANSI KEBAKARAN KONVENSIONAL MENJADI SYARIAH (SUATU PENELITIAN PADA PT BRI ASURANSI INDONESIA KANTOR CABANG ACEH SYARIAH) (Cinta Dea Sajida, 2024)
PERBANDINGAN ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN KONVENSIONAL DENGAN SYARIAH MENGGUNAKAN METODE BALANCE SCORECARD STUDI KASUS PADA PT ASURANSI BERLIAN CABANG MEDAN DAN PT ASURANSI BERLIAN SYARIAH CABANG ACEH (TRIE NADIRRA, 2020)
KONSEP KAFALAH SISTEM PERBANKAN ISLAM BANK SYARIAH MANDIRI BANDA ACEH (Ardial, 2024)