HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN PENYAKIT DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA DEWASA AWAL PENDERITA PENYAKIT KRONIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN PENYAKIT DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA DEWASA AWAL PENDERITA PENYAKIT KRONIS


Pengarang

RANISAH AZZA MUSLIMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zaujatul Amna - 198409272019032009 - Dosen Pembimbing I
Zahrani - 199511162022032023 - zahrani@usk.ac.id - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101130045

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Psikologi., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keberadaan penyakit kronis pada masa dewasa awal dapat menimbulkan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Penerimaan terhadap penyakit yang dialami merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menjaga kesehatan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan penyakit dengan kesehatan mental pada dewasa awal penderita penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 172 partisipan berusia 20-39 tahun yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Partisipan terdiri atas penderita diabetes melitus, gagal ginjal kronis, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), penyakit jantung, dan hipertensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Acceptance of Illness Scale (AIS) dan Mental Health Inventory-18 (MHI-18). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penerimaan penyakit dengan kesehatan mental pada dewasa awal penderita penyakit kronis (r = 0,476; p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penerimaan penyakit yang dimiliki individu, semakin baik pula kesehatan mental individu. Dengan demikian, penerimaan penyakit merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya mendukung kesehatan mental pada dewasa awal penderita penyakit kronis.

Chronic illness during young adulthood may pose various challenges that potentially affect mental health. Acceptance of illness is considered one of the factors that contributes to maintaining mental health. This study aimed to examine the relationship between illness acceptance and mental health among young adults with chronic illnesses. This study employed a quantitative method with a correlational design involving 172 participants aged 20-39 years who were selected using a quota sampling technique. The participants consisted of individuals diagnosed with diabetes mellitus, chronic kidney disease, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), heart disease, and hypertension. The instruments used in this study were the Acceptance of Illness Scale (AIS) and the Mental Health Inventory-18 (MHI-18). The results revealed a significant positive relationship between illness acceptance and mental health among young adults with chronic illnesses (r = 0.476, p < .001). These findings indicated that higher levels of illness acceptance are associated with better mental health. Therefore, illness acceptance represents an important aspect that should be considered in efforts to promote mental health among young adults with chronic illnesses.

Citation



    SERVICES DESK