KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN (ROTD) PADARNPASIEN RAWAT JALAN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAHRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN (ROTD) PADARNPASIEN RAWAT JALAN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAHRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

ALYA ZAKIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tedy Kurniawan Bakri - 198705082015041002 - Dosen Pembimbing I
Lydia Septa Desiyana - 198109252008122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2208109010002

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) merupakan salah satu masalah penting
dalam pelayanan farmasi klinik karena dapat memengaruhi keamanan terapi, terutama
pada pasien anak yang memiliki karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik
berbeda dengan pasien dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka
kejadian ROTD, mengidentifikasi golongan obat yang berpotensi menyebabkan ROTD,
serta menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ROTD pada pasien
rawat jalan anak di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan
desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 125 pasien
anak rawat jalan. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan
regresi logistik serta penilaian farmakovigilans dengan algoritma Naranjo, Skala
Hartwig dan Siegel, serta Skala Schumock dan Thornton. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kejadian ROTD ditemukan pada 14 pasien (11,2%), sedangkan 111 pasien
(88,8%) tidak mengalami ROTD. Golongan obat yang paling dominan menyebabkan
ROTD adalah antikonvulsan, nootropik, dan antibiotik. Analisis bivariat menunjukkan
seluruh variabel memiliki nilai p-value > 0,05, sedangkan analisis multivariat
menunjukkan bahwa BMI kategori underweight dan usia balita memiliki hubungan
signifikan terhadap kejadian ROTD. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan
penggunaan obat pada pasien anak untuk meningkatkan keamanan terapi dan mencegah
terjadinya ROTD.

Adverse Drug Reactions (ADRs) are one of the major issues in clinical pharmacy services because they can affect therapy safety, especially in pediatric patients who have different pharmacokinetic and pharmacodynamic characteristics compared to adults. This study aimed to determine the incidence of ADRs, identify drug classes potentially causing ADRs, and analyze risk factors associated with ADR occurrence among pediatric outpatients at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital, Banda Aceh. This research used an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 125 pediatric outpatients. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses with logistic regression, along with pharmacovigilance assessments using the Naranjo Algorithm, Hartwig and Siegel Scale, and Schumock and Thornton Scale. The results showed that ADRs occurred in 14 patients (11.2%), while 111 patients (88.8%) did not experience ADRs. The drug classes most commonly associated with ADRs were anticonvulsants, nootropics, and antibiotics. Bivariate analysis showed that all variables had p-values > 0.05, whereas multivariate analysis indicated that underweight BMI category and toddler age group were significantly associated with ADR occurrence. This study highlights the importance of monitoring drug use in pediatric patients to improve therapy safety and prevent ADRs.

Citation



    SERVICES DESK