ANALISIS SPASIAL PERAMALAN EMISI GAS KARBON DIOKSIDA (CO₂) MELALUI KOMPUTASI CLOUD GOOGLE EARTH ENGINE DI KOTA MEDAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS SPASIAL PERAMALAN EMISI GAS KARBON DIOKSIDA (CO₂) MELALUI KOMPUTASI CLOUD GOOGLE EARTH ENGINE DI KOTA MEDAN


Pengarang

QORI NURJANNAH AULIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wira Dharma - 197105232006041001 - Dosen Pembimbing I
Latifah Rahayu Siregar - 198409282015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208104010064

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Biologi., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Emisi karbon dioksida (CO₂) di wilayah perkotaan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas transportasi, dan perkembangan kawasan terbangun. Kota Medan sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia memiliki potensi peningkatan emisi CO₂ yang perlu dipantau secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat indikatif emisi CO₂, mengidentifikasi pola sebaran spasial serta faktor-faktor yang diduga memengaruhinya, serta meramalkan emisi CO₂ di Kota Medan periode 2026-2027. Data citra Sentinel-5P TROPOMI periode Januari 2022-Desember 2025 diolah menggunakan Google Earth Engine, kemudian dianalisis secara spasial dan dimodelkan menggunakan Generalized Space-Time Autoregressive (GSTAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CO₂ berada pada kisaran 435,499-687,100 ppm, dengan nilai minimum terjadi pada Oktober 2022, nilai maksimum pada April 2023, serta rata-rata konsentrasi sebesar 545,97 ppm selama periode penelitian. Sebaran spasial menunjukkan wilayah utara Kota Medan, terutama Medan Belawan dan Medan Labuhan, secara konsisten memiliki emisi relatif tinggi, sedangkan pada tahun 2024 konsentrasi tinggi bergeser ke wilayah tengah-timur kota. Analisis menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau dan jumlah industri tidak menunjukkan hubungan yang konsisten terhadap variasi emisi CO₂. Model GSTAR(1;1) menghasilkan akurasi peramalan yang sangat baik dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 7,14%-8,46%. Peramalan periode 2026-2027 menunjukkan pola musiman yang stabil tanpa tren peningkatan yang berarti. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi pendukung bagi Pemerintah Kota Medan dalam perencanaan pengendalian kualitas udara perkotaan.

Carbon dioxide (CO₂) emissions in urban areas continue to increase due to population growth, transportation activities, and the expansion of built-up areas. As one of Indonesia's metropolitan cities, Medan has the potential for increasing CO₂ emissions that require continuous monitoring. This study aims to analyze the indicative level of CO₂ emissions, identify their spatial distribution patterns and influencing factors, and forecast CO₂ emissions in Medan City for the 2026-2027 period. Sentinel-5P TROPOMI imagery from January 2022 to December 2025 was processed using Google Earth Engine, spatially analyzed, and modeled using the Generalized Space-Time Autoregressive (GSTAR) model. The results showed that CO₂ concentrations ranged from 435,499 to 687,100 ppm, with the minimum value recorded in October 2022, the maximum in April 2023, and an average concentration of 545,97 ppm during the study period. Spatial analysis indicated that northern Medan, particularly Medan Belawan and Medan Labuhan, consistently exhibited relatively high CO₂ emissions, while in 2024 high concentrations shifted toward the central-eastern part of the city. Green open space and the number of industries showed no consistent relationship with CO₂ emission variations. The GSTAR(1;1) model achieved excellent forecasting accuracy, with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 7,14%-8,46%. Forecasts for 2026-2027 indicated a stable seasonal pattern without a significant increasing trend. These findings are expected to support the Medan City Government in urban air quality management.

Citation



    SERVICES DESK