ESTIMASI KANDUNGAN KARBON SERASAH DI KAWASAN HUTAN LINDUNG NOSAR KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ESTIMASI KANDUNGAN KARBON SERASAH DI KAWASAN HUTAN LINDUNG NOSAR KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

VELLYA TAZKIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syakur - 196803041993031003 - Dosen Pembimbing I
Darusman - 196210091987021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2205108010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keberadaan hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan karbon di atmosfer dan mendukung mitigasi perubahan iklim. Salah satu komponen hutan yang berperan dalam penyimpanan karbon adalah serasah, yaitu guguran daun, ranting, bunga, buah, dan bagian vegetasi lainnya yang menutupi permukaan tanah. Serasah berfungsi sebagai input bahan organik yang menghubungkan vegetasi dengan tanah melalui proses dekomposisi. Hutan Lindung Nosar Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah merupakan kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting, namun sebagian areanya telah mengalami tekanan akibat aktivitas manusia dan alih fungsi lahan. Informasi mengenai kandungan karbon serasah di kawasan ini masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi jumlah kandungan karbon serasah serta menganalisis hubungan antara kondisi lingkungan dengan kandungan karbon serasah di Kawasan Hutan Lindung Nosar. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, sejak Agustus sampai Desember 2025. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui metode survei lapangan, analisis laboratorium, dan analisis statistik. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified random sampling berdasarkan strata tingkat kerapatan vegetasi yang diperoleh dari hasil analisis citra satelit menggunakan metode NDVI. Tingkat kerapatan tersebut terdiri dari vegetasi sangat rapat, rapat, dan sedang. Jumlah titik pengamatan adalah sebanyak 15 plot dengan ukuran masing-masing 2 x 2 m. Parameter yang diamati meliputi biomassa serasah, kandungan karbon serasah, suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan pH tanah. Perhitungan nilai kandungan karbon didasarkan pada panduan dari Badan Standardisasi Nasional, 2011 dalam dokumen SNI:7724. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbon serasah paling tinggi ditemukan pada kelas vegetasi sangat rapat yaitu 0,86 ton C ha-1, vegetasi rapat sebesar 0,73 ton C ha-1, dan vegetasi sedang sebesar 0,50 ton C ha-1. Total estimasi kandungan karbon serasah di Kawasan Hutan Lindung Nosar adalah 537,83 ton C, dengan rata-rata nilai karbon kawasan sebesar 0,79 ton C ha-1. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa suhu udara berkorelasi negatif dengan kandungan karbon serasah (r = -0,69), kelembaban udara berkorelasi positif (r = 0,74) dan kelembaban tanah berkorelasi positif (r = 0,41) dengan kandungan karbon serasah, sedangkan pH tanah berkorelasi negatif dengan kandungan karbon serasah (r = -0,14). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kerapatan vegetasi berkontribusi terhadap terbentuknya kondisi iklim mikro yang lebih stabil, ditandai dengan kelembaban yang lebih tinggi dan suhu yang lebih rendah, sehingga dapat memperlambat laju dekomposisi serasah serta meningkatkan akumulasi kandungan karbon pada lantai hutan.

Forests, as carbon sinks and reservoirs, play a vital role in maintaining the carbon balance in the atmosphere and supporting climate change mitigation. One component of forests that contributes to carbon storage is litter—that is, fallen leaves, twigs, flowers, fruits, and other plant matter covering the forest floor. Litter serves as a source of organic matter that connects vegetation to the soil through the process of decomposition. The Nosar Protected Forest in Bintang Subdistrict, Central Aceh Regency, is an area with important ecological functions; however, parts of it have come under pressure due to human activities and land-use conversion. Information regarding litter carbon content in this area remains limited. The objective of this study is to estimate the amount of litter carbon and to analyze the relationship between environmental conditions and litter carbon content in the Nosar Protected Forest Area. The study was conducted in the Nosar Protected Forest Area, Bintang Subdistrict, Central Aceh Regency, from August through December 2025. Sample analysis was performed at the Soil Physics Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The study employed a descriptive quantitative approach using field surveys, laboratory analysis, and statistical analysis. Sampling was conducted using a stratified random sampling method based on vegetation density strata derived from satellite image analysis using the NDVI method. The density levels consisted of very dense, dense, and moderate vegetation. A total of 15 observation plots, each measuring 2 x 2 m, were established. The parameters observed included litter biomass, litter carbon content, air temperature, air humidity, soil moisture, and soil pH. Carbon content calculations were based on guidelines from the National Standardization Agency (2011) as outlined in SNI:7724. The results showed that the highest litter carbon content was found in the very dense vegetation class at 0.86 metric tons of carbon per hectare, followed by dense vegetation at 0.73 metric tons of carbon per hectare, and moderate vegetation at 0.50 metric tons of carbon per hectare. The total estimated carbon content of litter in the Nosar Protected Forest Area is 537.83 metric tons of carbon, with an average carbon content of 0.79 metric tons of carbon per hectare. The results also show that air temperature is negatively correlated with litter carbon content (r = -0.69), while air humidity is positively correlated (r = 0.74) and soil moisture is positively correlated (r = 0.41) with litter carbon content, while soil pH was negatively correlated with litter carbon content (r = -0.14). These findings indicate that increased vegetation density contributes to the formation of more stable microclimatic conditions, characterized by higher humidity and lower temperatures, which can slow the rate of litter decomposition and increase carbon accumulation on the forest floor.

Citation



    SERVICES DESK