PERAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBENTUKAN CIVIC IDENTITY GENERASI MUDA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBENTUKAN CIVIC IDENTITY GENERASI MUDA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL


Pengarang

SELFIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hasbi Ali - 197011222005011002 - Dosen Pembimbing I
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2206101010067

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

320.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Selfia. (2026). Peran Bahasa Daerah dalam Pembentukan Civic Identity Generasi Muda di Kabupaten Aceh Singkil. Skripsi. Universitas Syiah Kuala. Di bawah bimbingan Hasbi Ali, S.Pd., M.Si. dan Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd.

Bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan civic identity generasi muda. Namun, perkembangan zaman, penggunaan bahasa Indonesia yang semakin dominan, serta pengaruh lingkungan pergaulan dapat memengaruhi keberlangsungan penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda Kabupaten Aceh Singkil, (2) Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, dan (3) Mengetahui peran bahasa daerah dalam pembentukan civic identity generasi muda Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas 10 generasi muda dan 4 informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) di Desa Gosong Telaga Timur dan Desa Gosong Telaga Barat, generasi muda masih menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, dengan bahasa pesisir digunakan di Desa Gosong Telaga Timur dan bahasa Singkil digunakan di Desa Gosong Telaga Barat; (2) di kedua desa tersebut, penggunaan bahasa daerah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, teman sebaya, penggunaan bahasa Indonesia, perkembangan zaman, serta pengaruh media sosial; dan (3) di kedua desa tersebut, bahasa daerah berperan penting dalam pembentukan civic identity generasi muda melalui pengenalan budaya, penguatan rasa memiliki, mempererat hubungan sosial, serta kesadaran untuk melestarikan bahasa daerah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda Kabupaten Aceh Singkil masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari; (2) Penggunaan bahasa daerah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, teman sebaya, perkembangan zaman, penggunaan bahasa Indonesia, serta pengaruh media sosial; dan (3) Bahasa daerah memiliki peran penting dalam pembentukan civic identity generasi muda melalui penguatan identitas budaya, rasa memiliki terhadap budaya daerah, serta kesadaran untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh Singkil. (1) Disarankan kepada generasi muda untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, (2) Kepada keluarga dan masyarakat untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan sosial, serta (3) Kepada pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mendukung pelestarian bahasa daerah melalui berbagai program budaya dan pendidikan.

Kata Kunci: Bahasa Daerah, Civic Identity, Generasi Muda, Aceh Singkil.

Selfia. (2026). The Role of Regional Languages in the Formation of Civic Identity among Youth in Aceh Singkil Regency. Thesis. Syiah Kuala University. Supervised by Hasbi Ali, S.Pd., M.Si. and Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd. Regional language is an integral part of a community's cultural identity and plays an important role in the formation of the civic identity of the younger generation. However, the development of the times, the increasing dominance of the Indonesian language, and the influence of the social environment may affect the sustainability of regional language use among the younger generation. This study aims to (1) identify the use of regional languages among the younger generation in Aceh Singkil Regency, (2) identify the factors influencing the use of regional languages among the younger generation, and (3) examine the role of regional languages in the formation of the civic identity of the younger generation in Aceh Singkil. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research participants consisted of 10 young people and 4 supporting informants. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing.The findings revealed that (1) in Gosong Telaga Timur Village and Gosong Telaga Barat Village, the younger generation continues to use regional languages in their daily lives, with the coastal language being predominantly used in Gosong Telaga Timur Village and the Singkil language being predominantly used in Gosong Telaga Barat Village; (2) in both villages, the use of regional languages is influenced by family environment, peer groups, the use of the Indonesian language, the development of the times, and the influence of social media; and (3) in both villages, regional languages play an important role in shaping the civic identity of the younger generation by strengthening cultural awareness, fostering a sense of belonging, enhancing social relationships, and encouraging awareness of preserving regional languages.Based on the findings, it can be concluded that (1) regional languages are still used in the daily lives of the younger generation in Aceh Singkil Regency; (2) the use of regional languages is influenced by the family environment, peer groups, the development of the times, the use of the Indonesian language, and social media; and (3) regional languages play an important role in the formation of the civic identity of the younger generation by strengthening cultural identity, fostering a sense of belonging to local culture, and encouraging awareness to preserve regional languages as part of the cultural identity of the Aceh Singkil community. It is recommended that (1) the younger generation continue using regional languages in their daily lives; (2) families and communities promote the use of regional languages in social interactions; and (3) the government and educational institutions support the preservation of regional languages through cultural and educational programs. Keywords: Regional Language, Civic Identity, Youth, Aceh Singkil.

Citation



    SERVICES DESK