IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)RNPROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FKIP USK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)RNPROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FKIP USK


Pengarang

Rizka Mulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nana Suraiya - 197608262002122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1906101030063

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Ekonomi (S1) / PDDIKTI : 87203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP / Prodi Pendidikan Ekonomi (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rizka Mulia, (2026). Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP USK. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Nana Suraiya, S.Pd., M.Pd., dan Asmaul Husna, M.Pd.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah program yang dirancang oleh menteri pendidikan dan kebudayaan. Salah satu program MBKM adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi MBKM program PMM, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi mahasiswa dalam MBKM program PMM Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP USK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang mengikuti Program PMM sebanyak 9 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan diri setelah mengikuti program ini, salah satunya adalah mahasiswa memperoleh wawasan kebangsaan yang beragam dengan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Mahasiswa merasa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial. Selain itu, mendapakan pengakuan konversi 20 Satuan Kredit Semester (SKS), mendapatkan pembiayaan, dan mendapatkan sertifikat. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala, yaitu bagian administrasi konversi mata kuliah, tidak ada sosialisasi diawal tentang administrasi persyaratan surat-surat untuk konversi mata kuliah, beberapa dosen di kampus penerima tidak terima mahasiswa PMM, terkendala jaringan saat pendaftaran, laporan yang tidak di terima dan laporan yang dibuat tidak tepat waktu.


Kata Kunci: Implementasi, MBKM, PMM, Kendala.

Rizka Mulia, (2026). Implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Independent Student Exchange Program (PMM) in the Economic Education Department, FKIP USK. [Undergraduate Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by Dr. Nana Suraiya, S.Pd., M.Pd., and Asmaul Husna, M.Pd. Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)—or "Freedom to Learn, Independent Campus"—is a program designed by the Minister of Education and Culture. One of the MBKM initiatives is the Independent Student Exchange Program (Pertukaran Mahasiswa Merdeka or PMM). This study aims to examine the implementation of the MBKM PMM program and identify the obstacles faced by students from the Economic Education Department at FKIP USK participating in the program. This is a qualitative study using a descriptive approach. The subjects of the study were nine Economic Education students who participated in the PMM program. Data collection involved both library research and fieldwork, including observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques included data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that students experienced a significant positive impact on their personal development after participating in the program; notably, they gained diverse national insights through interactions with students from various regions across Indonesia. Students felt they became more independent individuals capable of adapting to new social environments. Additionally, they received credit recognition (conversion of 20 Semester Credit Units/SKS), financial support, and a certificate of participation. However, several obstacles arose during implementation, such as issues with course credit conversion administration; a lack of initial information regarding the administrative requirements for credit conversion; some lecturers at host universities refusing to accept PMM students; network issues during registration; and problems with reports being rejected or not submitted on time. Keywords:Implementation, MBKM, PMM, Obstacles.

Citation



    SERVICES DESK