APLIKASI METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) UNTUK IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI DI BENTENG INONG BALEE, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

APLIKASI METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) UNTUK IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI DI BENTENG INONG BALEE, ACEH BESAR


Pengarang

FEBY MELANI PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nazli - 197104212000031002 - Dosen Pembimbing I
Tarmizi - 199007272023211033 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204107010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Geofisika., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Benteng Inong Balee merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan
Kesultanan Aceh yang memiliki nilai penting dalam sejarah pertahanan Aceh.
Sebagian struktur benteng diduga telah mengalami kerusakan, pelapukan, maupun
tertimbun material permukaan sehingga sulit diidentifikasi secara langsung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan serta
mendeteksi kemungkinan keberadaan tinggalan arkeologi di kawasan Benteng
Inong Balee menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Akuisisi data
dilakukan pada dua lintasan yang saling berpotongan menggunakan antena
frekuensi 250 MHz dan 700 MHz, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak
ReflexW. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa karakter refleksi bawah
permukaan yang berbeda. Zona refleksi kuat diinterpretasikan sebagai material
yang relatif padat dan kompak, sedangkan zona penurunan amplitudo
diinterpretasikan sebagai lapisan dengan kadar air lebih tinggi atau material yang
telah mengalami pelapukan. Selain itu, teridentifikasi refleksi berbentuk hiperbola
yang diinterpretasikan sebagai bongkahan batu atau fragmen struktur yang masih
tertimbun di bawah permukaan. Zona refleksi acak diinterpretasikan sebagai
material heterogen yang diduga berkaitan dengan sisa struktur dinding atau fondasi
benteng yang telah mengalami kerusakan maupun pelapukan. Interpretasi tersebut
didukung oleh keberadaan gundukan batu dan fragmen batuan yang ditemukan di
sekitar lintasan pengukuran.
Kata Kunci: Arkeologi, Benteng Inong Balee, GPR, Common Offset, ReflexW.

Benteng Inong Balee is one of the historical sites from the Aceh Sultanate that holds significant value in the history of Aceh's defense. Some parts of the fort's structure are believed to have suffered damage, decay, or been buried under surface materials, making direct identification difficult. This research aims to identify the subsurface conditions dan detect the possible presence of archeological remains in the Inong Balee Fort area using the Ground Penetrating Radar (GPR) method. Data acquisition was conducted on two intersecting paths using 250 MHz dan 700 MHz frequency antennas, dan then processed using ReflexW software. The research results show several different subsurface reflection characteristics. The strong reflection zone is interpreted as relatively dense dan compact material, while the amplitude reduction zone is interpreted as a layer with higher moisture content or material that has undergone weathering. Additionally, hyperbolic-shaped reflections have been identified, interpreted as boulders or structural fragments still buried beneath the surface. The rdanom reflection zone is interpreted as heterogeneous material suspected to be related to the remnants of wall structures or the foundations of the fort that have undergone damage or weathering. This interpretation is supported by the presence of stone mounds dan rock fragments found around the measurement path. Keywords: Archaeology, Common Offset, GPR, Inong Balee Fortress, ReflexW.

Citation



    SERVICES DESK