PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENGATASI FENOMENA CULTURE SHOCK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG MENGIKUTI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENGATASI FENOMENA CULTURE SHOCK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG MENGIKUTI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA


Pengarang

WINSYAM PIRDAUSI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ruslan - 197602032003121001 - Dosen Pembimbing I
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010041

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Winsyam Pirdausi. (2026). Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Mengatasi Fenomena Culture Shock pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang Mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed dan Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar pada lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Namun, perbedaan bahasa, kebiasaan, nilai budaya, dan pola komunikasi dapat menimbulkan fenomena culture shock yang memengaruhi proses adaptasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pendidikan Pancasila dalam membantu mahasiswa Universitas Syiah Kuala beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengatasi culture shock, serta mendeskripsikan pengalaman mahasiswa dalam menghadapi fenomena tersebut selama mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 8 mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka angkatan 2, 3, dan 4. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mengatasi culture shock melalui penguatan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan yang tercermin dalam sikap toleransi, empati, penghargaan terhadap keberagaman, kemampuan bermusyawarah, serta kesadaran akan hak dan kewajiban. Mahasiswa mengalami culture shock terutama pada awal program akibat perbedaan Budaya, bahasa, logat, kebiasaan, dan gaya komunikasi. Namun, melalui interaksi sosial, sikap terbuka, dan penerapan nilai-nilai Pancasila, mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta membangun hubungan sosial yang harmonis.
Kata Kunci: Pendidikan Pancasila, culture shock, adaptasi, toleransi, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Winsyam Pirdausi (2026). The Role of Pancasila Education Learning in Overcoming the Phenomenon of Culture Shock among Universitas Syiah Kuala Students Participating in the Independent Student Exchange Program. Faculty of Teacher Training and Education. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed and Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd. The Independent Student Exchange Program (Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka/PMM) provides students with opportunities to study in different social and cultural environments. However, differences in language, customs, cultural values, and communication patterns may cause culture shock and affect students’ adaptation processes. This study aims to examine the role of Pancasila Education in helping students of Syiah Kuala University adapt to new environments and overcome culture shock, as well as to describe their experiences in facing this phenomenon during participation in the Independent Student Exchange Program. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The participants consisted of eight Syiah Kuala University students who had participated in the second, third, and fourth cohorts of the program. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings reveal that Pancasila Education plays an important role in overcoming culture shock through the strengthening of the values of Divinity, Humanity, Unity, Democracy, and Justice, which are reflected in tolerance, empathy, respect for diversity, deliberation, and awareness of rights and obligations. Students experienced culture shock mainly at the beginning of the program due to differences in language, dialects, customs, and communication styles. Nevertheless, through social interaction, openness, and the application of Pancasila values, students were able to adapt to the new environment and develop harmonious social relationships. Keywords: Pancasila Education, culture shock, adaptation, tolerance, Independent Student Exchange Program.

Citation



    SERVICES DESK