RAGAM PERTANYAAN GURU DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA KELAS V DI SD NEGERI KAJHU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RAGAM PERTANYAAN GURU DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA KELAS V DI SD NEGERI KAJHU


Pengarang

Cut Aja Wafirah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Alamsyah - 196606061992031005 - Dosen Pembimbing I
Maya Safhida - 198410282019032017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102010045

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Cut Aja Wafirah (2026). Ragam Pertanyaan Guru dalam Interaksi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Kelas V di SD Negeri Kajhu. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Drs. Teuku Alamsyah, M.Pd. dan Maya Safhida, S.Pd. M.Pd.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam pertanyaan guru dalam interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD Negeri Kajhu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas V di SD Negeri Kajhu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan menggunakan alat rekam sebagai instrumen pendukung. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengajukan sebanyak 131 pertanyaan selama proses pembelajaran. Pertanyaan tersebut diklasifikasikan menggunakan taksonomi bloom yang mencakup enam ragam, yaitu pertanyaan pengetahuan, pemahaman, terapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pertanyaan didominasi pada tingkat kognitif rendah, yaitu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan pada tingkat kognitif tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi masih terbatas sehingga respons siswa pada tingkat berpikir tinggi belum optimal. Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa pada ragam pengetahuan diajukan pertanyaan untuk mengingat fakta dan konsep dasar. Pada ragam pemahaman, siswa didorong mengungkapkan kembali materi berdasarkan pemahaman yang dimiliki. Pada ragam terapan, pertanyaan mengarahkan siswa menerapkan materi melalui contoh sederhana maupun dalam kehidupan nyata. Pada ragam analisis, siswa didorong menganalisis isi teks dengan tingkat respons yang bervariasi. Pada ragam sintesis, siswa mengembangkan ide atau menyusun cerita, sedangkan pada ragam evaluasi mereka menyampaikan pendapat berdasarkan alasan atau penilaian yang dimiliki. Dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD Negeri Kajhu, pertanyaan guru lebih banyak berada pada ranah kognitif tingkat rendah, yaitu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan pertanyaan pada tingkat analisis, sintesis, dan evaluasi masih belum banyak digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi pertanyaan guru pada tingkat tinggi perlu ditingkatkan agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa secara lebih optimal.

Kata kunci: Ragam Pertanyaan Guru, Interaksi Belajar Mengajar, Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar, Kelas V

ABSTRACT Cut Aja Wafirah (2026). The Variety of Teacher’s Questions in the Teaching and Learning Interaction of Indonesian Language in the Fifth Grade of SD Negeri Kajhu. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Dr. Drs. Teuku Alamsyah, M.Pd. and Maya Safhida, S.Pd., M.Pd. This study aims to describe the types of teacher questions used during teaching and learning interactions in a Grade V Indonesian language classroom at SD Negeri Kajhu. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subject was the Grade V teacher at SD Negeri Kajhu. Data were collected through classroom observations and interviews, supported by audio recordings. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings revealed that the teacher asked a total of 131 questions during the learning process. Based on Bloom’s Taxonomy, these questions were categorized into six cognitive levels: knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, and evaluation. The questions were predominantly at the lower cognitive levels, particularly knowledge and comprehension, while higher-order cognitive levels, such as analysis, synthesis, and evaluation, were less frequently represented. As a result, students’ higher-order thinking responses were not yet optimal. The interview findings further indicated that, at the knowledge level, questions focused on recalling basic facts and concepts. At the comprehension level, students were encouraged to restate the material based on their understanding. At the application level, questions prompted students to apply their knowledge through simple examples and real-life situations. At the analysis level, students were encouraged to analyze texts, although their responses varied. At the synthesis level, students were encouraged to develop ideas or create stories, while at the evaluation level, they were encouraged to express opinions supported by reasons or personal judgments. It can be concluded that teacher questions in Grade V Indonesian language learning at SD Negeri Kajhu were dominated by lower-order cognitive levels, particularly knowledge and comprehension, whereas questions targeting analysis, synthesis, and evaluation remained limited. These findings suggest the need for greater variation in teacher questioning to better promote students’ critical and creative thinking skills. Keywords: Teacher’s Questions, Teaching and Learning Interaction, Indonesian Language, Elementary School, Fifth Grade

Citation



    SERVICES DESK