Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MAKNA MOTIF BAJE MEUKASAH SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS BUDAYA ACEH BARAT DAYA
Pengarang
Muhammad Huwaidi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ismawan - 196808151995121002 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana, S.Sn., M.Sn 197609162006042001 - - - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Yeni Zuryaningsih - 199305312022032012 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2206102030022
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : .,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Muhammad Huwaidi (2026).Makna motif Baje Meukasah sebagai simbol identitas
budaya Aceh Barat Daya. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan
Ismawan,S.Sn., M.Sn. dan Ramdiana, S.Sn., M.Sn.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna motif Baje Meukasah
sebagai simbol identitas budaya masyarakat Aceh Barat Daya melalui kajian
semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian ini meliputi sintaksis,smantik,
pragmatik makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam motif Baje
Meukasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat, pengrajin, dan masyarakat yang
memahami keberadaan Baje Meukasah di Aceh Barat Daya. Objek penelitian
adalah motif-motif yang terdapat pada Baje Meukasah, yaitu motif padi, motif
kacang, dan motif daun kacang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui
tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif motif Baje Meukasah
merupakan representasi visual unsur alam yang divisualisasikan melalui bentuk
stilisasi tanaman padi, kacang, dan daun kacang dengan penggunaan bordir benang
emas pada kain beludru. Secara konotatif, motif padi melambangkan kemakmuran
dan kerendahan hati, motif kacang melambangkan kesederhanaan, kebersamaan,
dan ketahanan hidup, sedangkan motif daun kacang melambangkan pertumbuhan,
keharmonisan, dan kesinambungan kehidupan masyarakat. Pada tingkat pragmatik,
Sintaksi, Sintatik, mitos tersebut dipercaya sebagai , harapan hidup, dan identitas
budaya masyarakat Aceh Barat Daya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan demikian, motif pada Baje Meukasah tidak hanya berfungsi sebagai unsur
dekoratif, tetapi juga sebagai simbol yang merepresentasikan nilai budaya dan
identitas masyarakat Aceh Barat Daya.
Kata Kunci: Makna, Motif, Baje Meukasah , Pakaian Adat, Simbol Identitas.
ABTRACT Muhammad Huwaidi (2026). The Meaning of Baje Meukasah Motifs as Symbols of the Cultural Identity of Aceh Barat Daya. Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Ismawan, S.Sn., M.Sn. and Ramdiana, S.Sn., M.Sn. This study aims to describe the meaning of Baje Meukasah motifs as symbols of the cultural identity of the Aceh Barat Daya community through Roland Barthes' semiotic approach. The focus of this research includes syntactic, semantic, and pragmatic analyses, as well as the denotative, connotative, and mythical meanings contained in the Baje Meukasah motifs. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of traditional leaders, craftsmen, and community members who understand the existence of Baje Meukasah in Aceh Barat Daya. The objects of the study were the motifs found in Baje Meukasah, namely the rice motif, bean motif, and bean leaf motif. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis process involved data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The results of the study show that, at the denotative level, the Baje Meukasah motifs represent natural elements visualized through stylized forms of rice plants, beans, and bean leaves embroidered with gold thread on velvet fabric. At the connotative level, the rice motif symbolizes prosperity and humility, the bean motif symbolizes simplicity, togetherness, and resilience, while the bean leaf motif symbolizes growth, harmony, and the continuity of community life. At the pragmatic level, these motifs are believed to represent blessings, hopes for a prosperous life, and the cultural identity of the Aceh Barat Daya community that has been passed down from generation to generation. Therefore, the motifs of Baje Meukasah function not only as decorative elements but also as symbols that represent the cultural values and identity of the Aceh Barat Daya community. Keywords: Meaning, Motif, Baje Meukasah, Traditional Clothing, Identity Symbol.
MAKNA MOTIF RUMPUN BILULUK SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS PADA PAKAIAN KHAS ACEH BARAT DAYA (RINI MAULIDA YANA, 2025)
MAKNA MOTIF SENUWAN KELUWAT SEBAGAI SIMBOL TRADISI DAN IDENTITAS DALAM KERAJINAN BORDIR DI DESA PULO KAMBING, KECAMATAN KLUET UTARA, KABUPATEN ACEH SELATAN (Nelsa Asyura, 2025)
MAKNA SIMBOLIK LIMONG ANEUK REUNYEUN DALAM PROSESI PREH LINTO PADA ADAT PERKAWINAN DI DESA ALUE SUNGAI PINANG ACEH BARAT DAYA (NADIA RAHMI, 2025)
PENERAPAN KONSEP METAFORA PADA VISUALISASI TARI RAPAI GELENG MENJADI MOTIF KHAS ACEH BARAT DAYA (SRI RAHMA FARDHILLAH, 2026)
MAKNA MOTIF KERAJINAN KASAP PADA PAYUNG ADAT DI GAMPONG AIR SIALANG HILIR SAMADUA ACEH SELATAN (Dila Asriana, 2025)