Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FENOMENA LEMAHNYA LEMBAGA ADAT PADA KASUS PENGGREBEKAN RN(STUDI KASUS : KHALWAT DI GAMPONG LAMPOH KEUDE DAN GAMPONG BAET)
Pengarang
PUTRI LATIFA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Dosen Pembimbing I
Ubaidullah - 197805162009121001 - Penguji
Khalisni - 199205302021021101 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2210103010085
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini membahas fenomena lemahnya lembaga adat dalam mencegah
tindakan main hakim sendiri pada kasus khalwat di Gampong Baet dan Gampong
Lampoh Keude, Kabupaten Aceh Besar. Meskipun lembaga adat memiliki
kewenangan formal menyelesaikan kasus khalwat berdasarkan UUPA, Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2008, dan SKB Pemerintah Aceh, Kepolisian, Majelis Adat
Aceh, masyarakat masih kerap melakukan pemukulan, pengeroyokan, pemerasan
dan tindakan mempermalukan pelaku sebelum lembaga adat turun tangan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kekuasaan lembaga adat dalam
mencegah tindakan tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis dengan Teori
Kekuasaan Michel Foucault dan konsep resam gampong. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mekanisme pencegahan dijalankan melalui lima aspek
sosialisasi peran lembaga adat, pemberian kewenangan kontrol sosial lewat
konsep pagee gampong, koordinasi lembaga adat dengan masyarakat, kapasitas
SDM lembaga adat serta legitimasi sosial lembaga adat yang kelimanya belum
berjalan optimal akibat sosialisasi yang belum merata, batas kewenangan yang
kabur, koordinasi yang lambat, kapasitas perangkat adat yang terbatas dan
rendahnya kepercayaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
lemahnya lembaga adat mencerminkan pergeseran relasi kekuasaan antara
lembaga adat dan masyarakat di tingkat gampong.
Kata Kunci: Lembaga Adat, Main Hakim Sendiri, Khalwat, Kekuasaan, Resam
Gampong, Pagee Gampong
ABSTRACT This study examines the weakness of customary institutions (lembaga adat) in preventing vigilante action (eigenrichting) in khalwat cases in Gampong Baet and Gampong Lampoh Keude, Aceh Besar Regency. Although customary institutions hold formal authority to resolve khalwat cases under the Aceh Governance Law, Aceh Qanun Number 9 of 2008, and the Joint Agreement between the Aceh Government, Police and Aceh Customary Council, communities frequently resort to beatings, mob assault, extortion and public humiliation before customary institutions intervene. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, this study analyzes the mechanism of power exercised by customary institutions using Michel Foucault's theory of power and the concept of resam gampong. The findings show that the prevention mechanism operates through four dimensions socialization of the institution's role, the granting of social-control authority via the pagee gampong concept, coordination with the community and social legitimacy all of which remain suboptimal due to uneven socialization, unclear authority boundaries, slow coordination and low community trust. The study concludes that this institutional weakness reflects a shifting power relation between customary institutions and the community at the village level. Keywords: Customary Institution, Vigilantism, Khalwat, Power, Resam Gampong, Pagee Gampong
PENJATUHAN SANKSI ADAT PADA KASUS KHALWAT (MESUM) DI WILAYAH KABUPATEN PIDIE (Salsabila, 2022)
IMPLEMENTASI QANUN ACEH NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEMBINAAN KEHIDUPAN ADAT DAN ADAT ISTIADAT TERHADAP TINDAK PIDANA KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYARIYAH BIREUEN) (Difa Rahadatul Aisyi, 2023)
KAMPUNG BEBAS NARKOBA : UPAYA MASYARAKAT SALAM PENGENTASAN NARKOBA DI GAMPONG (STUDI KASUS GAMPONG BAET) (DEVY MAHBENGI SUGITO, 2025)
PERLAKUAN HUKUM YANG BERBEDA BAGI PELAKU KHALWAT ANTARA HUKUM JINAYAT DAN HUKUM ADAT (Hari Suroto, 2019)
PELAKSANAAN DENDA ADAT KEPADA PELAKU KHALWAT DI KOTA BANDA ACEH (Tari Nasyiah, 2018)