TEKNIK FLUSHING PADA KASUS FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE (FLUTD) PADA KUCING JANTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

TEKNIK FLUSHING PADA KASUS FELINE LOWER URINARY TRACT DISEASE (FLUTD) PADA KUCING JANTAN


Pengarang

Adzan Akbari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Aisyah - 197809182006042003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2302001010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan (D3)., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.089 66

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) merupakan gangguan non-spesifik yang menyerang saluran perkemihan bawah kucing, mulai dari vesika urinaria hingga uretra. Kucing jantan lebih rentan mengalami obstruksi uretra dibandingkan betina karena bentuk uretra yang panjang, sempit, dan berliku. Gejala klinis yang umum ditemukan meliputi hematuria, polakiuria, stranguria, dan disuria, yang apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi obstruksi berat, gagal ginjal, bahkan kematian. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam pelaksanaan teknik flushing serta manajemen perawatan pasca tindakan pada kucing jantan penderita FLUTD. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Hewan One Day Care Petshop Banda Aceh pada periode 6 Februari–6 April 2026, dengan studi kasus pada seekor kucing Himalaya jantan bernama Mochi berusia 2 tahun. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis mengalami FLUTD dengan tanda dehidrasi, distensi vesika urinaria, dan kesulitan urinasi. Penanganan dilakukan melalui pemasangan kateter urin disertai teknik flushing menggunakan larutan NaCl fisiologis 0,9% untuk membersihkan sumbatan kristal dan debris pada uretra, didukung dengan terapi cairan infus, pemberian antibiotik, antiinflamasi, suplemen Cystaid®, serta pakan khusus urinary care. Pemantauan dilakukan selama tujuh hari terhadap volume dan warna urin. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi klinis yang ditandai dengan berkurangnya hematuria, kembalinya volume urin ke keadaan normal, serta pulihnya fungsi vesika urinaria hingga pasien dinyatakan sehat dan dapat dipulangkan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknik flushing yang disertai perawatan pasca tindakan yang tepat berperan penting dalam mendukung kesembuhan kucing jantan yang mengalami FLUTD.
Kata kunci: FLUTD, flushing, kateterisasi, kucing jantan, obstruksi uretra

Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) is a non-specific disorder affecting the lower urinary tract of cats, ranging from the urinary bladder to the urethra. Male cats are more susceptible to urethral obstruction than females due to their long, narrow, and curved urethral anatomy. Common clinical signs include hematuria, pollakiuria, stranguria, and dysuria, which, if left untreated, may progress to severe obstruction, renal failure, or even death. This final project aims to develop practical skills in performing the flushing technique and managing post-procedural care for male cats affected by FLUTD. The activity was conducted at the One Day Care Petshop Animal Clinic in Banda Aceh from February 6 to April 6, 2026, using a case study of a two-year-old male Himalayan cat named Mochi. Based on anamnesis and physical examination, the patient was diagnosed with FLUTD, presenting with dehydration, bladder distension, and difficulty urinating. Treatment involved urinary catheterization combined with a flushing technique using 0.9% physiological NaCl solution to remove crystal obstructions and debris from the urethra, supported by intravenous fluid therapy, antibiotics, anti-inflammatory drugs, Cystaid® supplementation, and a special urinary care diet. The patient was monitored for seven days, with observation of urine volume and color. Evaluation results showed clinical improvement, marked by reduced hematuria, normalized urine volume, and restored bladder function, until the patient was declared healthy and discharged. This activity demonstrates that the flushing technique, combined with appropriate post-procedural care, plays an important role in supporting the recovery of male cats suffering from FLUTD. Keywords: FLUTD, flushing, catheterization, male cat, urethral obstruction

Citation



    SERVICES DESK