STUDI KASUS PENANGANAN PENYAKIT PINK EYE (INFECTIOUS KERATOCONJUNCTIVITAS) PADA KAMBING LOKAL DI UPTD PUSKESWAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

STUDI KASUS PENANGANAN PENYAKIT PINK EYE (INFECTIOUS KERATOCONJUNCTIVITAS) PADA KAMBING LOKAL DI UPTD PUSKESWAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Rifaldinur - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Budianto Panjaitan - 198108282008121003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2302001010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk mengetahui penanganan kasus pink eye pada kambing lokal di Puskeswan Peusangan Kabupaten Bireuen serta mengevaluasi efektivitas pengobatan yang dilakukan. Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode anamnesa, sinyalemen, pemeriksaan fisik, serta persiapan alat dan bahan yang digunakan. Pada studi kasus ini, kambing dengan gejala berupa lakrimasi, penurunan nafsu makan, fotofobia, mata merah, pembengkakan pada mata, hingga kekeruhan kornea yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Penanganan yang dilakukan yaitu pemberian antibiotik g-mox 15% L.A (Long Acting) atau antibiotik berspektrum luas dengan kandungan amoxicillin basa. Tindakan yang dilakukan oleh petugas paramedik yaitu melakukan pengobatan dengan menyemprotkan ke bagian mata kambing. Selain itu, diberikan juga salep mata oxytetracycline untuk mengatasi infeksi bakteri pada permukaan mata, serta mempercepat proses penyembuhan pada mata. Setelah diberikan pengobatan, kambing tampak mengedipkan matanya. Setelah pengobatan selesai, kambing ditempatkan di kandang yang terpisah serta bersih dan kering. Setelah 9 hari pasca pengobatan, kambing mulai membaik dan kembali normal. Berdasarkan hasil kegiatan, pemberian antibiotik G-Mox 15% L.A dan salep oxytetracycline dinilai efektif dalam membantu mengatasi infeksi dan mempercepat proses penyembuhan Pink Eye pada kambing lokal.

Kata Kunci: Kambing lokal, Pimk Eye, Infectious Keratonjunctivitis.Oxytetracycline, antibiotik

The purpose of carrying out this activity is to determine the handling of pink eye cases in local goats at the Peusangan Veterinary Public Health Center in Bireuen Regency and to evaluare the effectiveness of the treatment provided. The implementation of the activity uses anamnesis, signakment, physical examination, as well as preparation of tools and materials used. In this case study, a goat with symptoms such as lacrimation, decreased appetite, photophobia, red eyes, eye swelling, and corneal clouding that can cause vision problems, was treated using long-acting antibiotics (L.A) or broad-spectrum antibiotics containting basic amoxicillin. The actions taken by the paramedic officer included treating the goat by spraying the eyes. In addition, pxytetracycline eye ointment was also administered to address bacterial infections on the surface of the eye and to speed up the healing process of the eyes. After treatment, the animal appeared to blink its eyes. After the treatment was completed, the goats was placed in a separated, clean, and dry cage. Nine days after treatment, the goat appeared to improve and returned to normal. Basef on the activity results, the administration of G-Mox 15% L.A antibiotics and oxytetracycline ointment is consideredd effective in helping to overcome infections and accelerate the healing process of pink eye in local goats. Key words: Local goat, Pink Eye, Infectious Keratonjunctivitis, Oxytetracyline, antibiotics

Citation



    SERVICES DESK