PENGARUH BIOPRIMING MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI TERHADAP VIABILITAS, VIGOR, DAN PERTUMBUHAN BENIH CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) KEDALUWARSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH BIOPRIMING MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI TERHADAP VIABILITAS, VIGOR, DAN PERTUMBUHAN BENIH CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) KEDALUWARSA


Pengarang

NUR AZIZAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Halimursyadah - 197002241997022001 - Dosen Pembimbing I
Hasanuddin - 197208052000031003 - Dosen Pembimbing II
Sabaruddin - 196806101993031002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2205101050079

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Benih yang sudah melampaui masa simpannya lebih rentan mengalami deteriorasi, yaitu proses kemunduran fisiologis benih yang ditandai dengan kerusakan membran sel, aktivitas enzim menurun, dan akumulasi radikal bebas, sehingga mengalami penurunan viabilitas dan vigor suatu benih. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih yaitu dengan menggunakan metode biopriming. Biopriming yaitu perlakuan benih menggabungkan proses hidrasi benih dengan mikroorganisme bermanfaat, khususnya Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau rizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh biopriming menggunakan rizobakteri dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai merah kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Faktor yang diteliti adalah biopriming menggunakan rizobakteri 9 taraf yaitu kontrol (tanpa rizobakteri), PS 4/2, PS 4/5, PS 5/5, PS 5/6 C, PS 6/3 C, PS 6/5, PS 8/6 dan PS 8/8 PK. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh
27 unit percobaan. Parameter yang diamati potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% kecambah total relatif, panjang akar kecambah, berat basah kecambah normal, berat kering kecambah normal, tinggi bibit 15, 30 dan 45 HST, jumlah daun 15, 30 dan 45 HST, panjang dan volume akar bibit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isolat rizobakteri terbaik ditemukan pada PS 4/2 berdasarkan parameter potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, waktu untuk mencapai 50% kecambah total relatif, panjang akar kecambah, berah basah kecambah normal, berat kering kecambah
normal dan tinggi bibit 45 HST.

Seeds that have exceeded their storage period are more susceptible to deterioration, a process of physiological decline characterized by damage to cell membranes, reduced enzyme activity, and the accumulation of free radicals, resulting in decreased seed viability and vigor. One approach to improving seed viability and vigor is the application of the biopriming method. Biopriming is a seed treatment that combines seed hydration with beneficial microorganisms, particularly Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR). This study aimed to evaluate the effect of biopriming using rhizobacteria on improving the viability and vigor of expired red chili pepper seeds. The experiment employed a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The treatment factor consisted of nine levels of biopriming with rhizobacteria: control (without rhizobacteria), PS 4/2, PS 4/5, PS 5/5, PS 5/6 C, PS 6/3 C, PS 6/5, PS 8/6, and PS 8/8 PK. Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 27 experimental units. The parameters observed included maximum growth potential, germination percentage, vigor index, germination uniformity, germination rate, time required to reach 50% of the relative total germination, seedling root length, fresh weight of normal seedlings, dry weight of normal seedlings, seedling height at 15, 30, and 45 days after planting (DAP), number of leaves at 15, 30, and 45 DAP, as well as seedling root length and root volume. The results showed that the best rhizobacterial isolate was PS 4/2, based on the parameters of maximum growth potential, germination percentage, vigor index, germination uniformity, time required to reach 50% relative total germination, seedling root length, fresh weight of normal seedlings, dry weight of normal seedlings, and seedling height at 45 DAP.

Citation



    SERVICES DESK