ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING-PARTIAL LEAST SQUARE (SEM-PLS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING-PARTIAL LEAST SQUARE (SEM-PLS)


Pengarang

RAUDHATUR RAIHAN MUKHLIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurhasanah - 197405192008012007 - Dosen Pembimbing I
Latifah Rahayu Siregar - 198409282015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208108010001

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kualitas lingkungan hidup di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat, namun masih relatif rendah dan belum merata antarwilayah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan maupun faktor sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang mampu mengkaji hubungan antar faktor tersebut secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas lingkungan hidup di Indonesia menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait dengan unit analisis sebanyak 34 provinsi di Indonesia. Analisis dilakukan melalui evaluasi model pengukuran untuk menguji validitas dan reliabilitas indikator serta evaluasi model struktural untuk menguji hubungan antarvariabel laten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup, sedangkan tekanan pencemaran udara berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup. Selain itu, penggunaan lahan berpengaruh signifikan terhadap kondisi iklim, sedangkan tekanan sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penggunaan lahan dan tekanan pencemaran udara. Berdasarkan pengaruh total yang diperoleh, tekanan pencemaran udara merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas lingkungan hidup. Model yang dibangun mampu menjelaskan 52,7% variasi kualitas lingkungan hidup yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R2) = 0,527 serta memiliki kemampuan prediksi yang kuat dengan nilai predictive relevance (Q2) = 0,79977. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Indonesia.

Environmental quality in Indonesia has generally improved in recent years, but it remains relatively low and is uneven across regions. This situation indicates that environmental quality is influenced by various factors, including both environmental and socioeconomic factors. Therefore, an analytical approach is needed that can examine the relationships among these factors simultaneously. This study aims to analyze the factors influencing environmental quality in Indonesia using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency and related agencies, with 34 provinces in Indonesia as the units of analysis. The analysis was conducted through measurement model evaluation to test the validity and reliability of the indicators, as well as structural model evaluation to test the relationships among latent variables. The results indicate that climatic conditions have a positive and significant effect on environmental quality, while air pollution pressure has a negative and significant effect on environmental quality. Additionally, land use has a significant effect on climate conditions, while socioeconomic pressure has a significant effect on land use and air pollution pressure. Based on the total effects obtained, air pollution pressure is the most dominant factor influencing environmental quality. The model built explains 52.7% of the variation in environmental quality, as indicated by the coefficient of determination (R²) = 0.527, and possesses strong predictive capability with a predictive relevance (Q²) = 0.79977. It is hoped that the results of this study can serve as a basis for consideration in the formulation of sustainable environmental management policies in Indonesia.

Citation



    SERVICES DESK