PERGESERAN MAKNA DALAM TRADISI MAN PASIR PADA PROSES PERNIKAHAN MASYARAKAT GAYO LUES STUDI PADA DESA PENAMPAAN UKEN, KECAMATAN BLANGKEJEREN, KABUPATEN GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERGESERAN MAKNA DALAM TRADISI MAN PASIR PADA PROSES PERNIKAHAN MASYARAKAT GAYO LUES STUDI PADA DESA PENAMPAAN UKEN, KECAMATAN BLANGKEJEREN, KABUPATEN GAYO LUES


Pengarang

VINI AORA ERFAZARANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dara Fatia, M.Sos - 199510312022032008 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Khairulyadi - 197705302010121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210101010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Tradisi man pasir merupakan salah satu tradisi masyarakat Gayo dalam acara
pernikahan yang melibatkan interaksi sosial antar pemuda-pemudi. Tradisi ini
memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan hubungan sosial dalam
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pergeseran makna
tradisi man pasir pada masyarakat Desa Penampaan Uken, Kecamatan
Blangkejeren, Kabutapen Gayo Lues. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan
data dilakukan memalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tokoh
masyarakat, masyarakat umum, serta pemuda-pemudi Desa Penampaan Uken.
Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik oleh Herbert Blumer
untuk melihat bagaimana perubahan makna tradisi melalui pola interaksi
masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi man pasir masih tetap
dilaksanakan, namun sudah sangat jarang dan mengalami pergeseran makna
khususnya pada kalangan generasi muda. Saat ini pelaksanannya cenderung lebih
sederhana dan hanya bersifat seremonial. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh
perkembangan teknologi dan modernisasi, perubahan pola interaksi sosial,
meningkatnya mobilitas generasi muda, serta berkurangnya keterlibatan pemudapemudi

dalam kegiatan tradisi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya
perubahan pola interaksi sosial masyarakat yang turut mempengaruhi cara pandang
masyarakat dalam memahami tradisi man pasir di Desa Penampaan Uken.

Kata Kunci: Tradisi Man Pasir, Pergeseran Makna, Interaksi Sosial, PemudaPemudi,
Interaksionisme
Simbolik.






ABSTRAC The Man Pasir tradition is a Gayo community wedding custom that involves social interaction among young men and women. This tradition embodies values of togetherness, mutual cooperation, and social connection within the community. This study aims to examine the shifting meaning of the Man Pasir tradition among the residents of Penampaan Uken Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. A qualitative method with a descriptive approach was employed. Data collection involved observation, interviews, and documentation, engaging community leaders, the general public, and the youth of Penampaan Uken Village. The study utilizes Herbert Blumer’s symbolic interactionism theory to analyze how the meaning of the tradition has evolved through community interaction patterns. The findings indicate that while the Man Pasir tradition is still practiced, it has become rare and has undergone a shift in meaning, particularly among the younger generation; its execution is now generally simpler and merely ceremonial. This shift is driven by technological advancements and modernization, changing social interaction patterns, increased youth mobility, and declining youth participation in traditional activities. The study concludes that changes in community social interaction patterns have influenced how the people of Penampaan Uken Village perceive and understand the Man Pasir tradition. Keywords: Man Pasir Tradition, Shifting Meanings, Social Interaction, Youth, Symbolic Interactionism.

Citation



    SERVICES DESK