BIOPRIMING MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP VIABILITAS, VIGOR DAN PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) KEDALUWARSA. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BIOPRIMING MENGGUNAKAN RIZOBAKTERI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP VIABILITAS, VIGOR DAN PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) KEDALUWARSA.


Pengarang

CAHAYA BAHRI NASUTION - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Halimursyadah - 197002241997022001 - Dosen Pembimbing I
Rika Husna - 198412312015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205101050078

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam biopriming rizobakteri berperan penting dalam memperbaiki proses biokimia benih kedaluwarsa melalui stimulasi metabolisme dan perlindungan sel, terutama melalui aktivitas Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis rizobakteri dan lama perendaman, serta interaksi antara jenis rizobakteri dan lama perendaman terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan benih cabai rawit kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 4 yang terdiri atas jenis rizobakteri R1 BMS 8/3 P (Pseudomonas aeruginosa), R2 KI 8/4 (Burkholderia cepacia), dan R3 PT 8/2 (Brucella intermedia) serta lama perendaman 5, 10, dan 15 jam. Data dianalisis menggunakan analysis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test pada taraf 5%. Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, waktu dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif, berat basah kecambah normal, berat kering kecambah normal, panjang akar kecambah, tinggi bibit 10, 20 dan 30 HST, jumlah daun 10, 20 dan 30 HST, panjang dan volume akar bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis rizobakteri terbaik yaitu KI 8/4 yang mampu meningkatkan viabilitas, vigor dan pertumbuhan benih cabai rawit kedaluwarsa berdasarkan parameter potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, waktu dibutuhkan untuk mencapai 50% perkecambahan total relatif, berat basah kecambah normal, panjang akar kecambah, tinggi bibit 20 dan 30 HST, panjang dan volume akar bibit. Pada lama perendaman terbaik yaitu 15 jam yang mampu meningkatkan viabilitas, vigor dan pertumbuhan benih cabai rawit kedaluwarsa berdasarkan parameter indeks vigor, keserempakan tumbuh, tinggi bibit 30 HST, dan panjang akar bibit. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara jenis rizobakteri dan lama perendaman terhadap semua parameter yang diamati.

In biopriming, rhizobacteria play a crucial role in improving the biochemical processes of expired seeds by stimulating metabolism and protecting cells, particularly through the activity of Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR), which produce phytohormones such as auxin, gibberellin, and cytokinin. This study aims to determine the effects of rhizobacteria type and soaking duration, as well as the interaction between rhizobacteria type and soaking duration, on the viability, vigor, and growth of expired chili pepper seeds. This study used a 4 × 4 factorial completely randomized design (CRD) consisting of the following types of rhizobacteria: R1 BMS 8/3 P (Pseudomonas aeruginosa), R2 KI 8/4 (Burkholderia cepacia), and R3 PT 8/2 (Brucella intermedia), as well as soaking times of 5, 10, and 15 hours. The data were analyzed using analysis of variance, followed by Duncan’s New Multiple Range Test at the 5% significance level. The parameters observed were maximum growth potential, germination rate, vigor index, uniformity of growth, and growth rate. The parameters observed were maximum growth potential, germination rate, vigor index, uniformity of growth, growth rate, time required to reach 50% of total relative germination, fresh weight of normal seedlings, dry weight of normal seedlings, seedling root length, seedling height at 10, 20, and 30 HST, number of leaves at 10, 20, and 30 days after sowing, and seedling root length and volume. The results of the study showed that the best type of rhizobacteria was KI 8/4, which was able to improve the viability, vigor, and growth of expired chili pepper seeds based on the parameters of maximum growth potential, germination rate, vigor index, uniformity of growth, growth rate, time required to reach 50% relative total germination, fresh weight of normal seedlings, seedling root length, seedling height at 20 and 30 days after sowing, and seedling root length and volume. The optimal soaking time was 15 hours, which improved the viability, vigor, and growth of expired chili papper seeds, as measured by the vigor index, uniformity of germination, seedling height at 30 days after sowing, and seedling root length. There was no significant interaction between the type of rhizobacteria and soaking time for any of the observed parameters.

Citation



    SERVICES DESK