Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) DARI PERAIRAN PESISIR TIMUR ACEH
Pengarang
TRIA GUSTIVA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Adrian Damora, S.Pi, M.Si-198711012018031001 - - - Dosen Pembimbing I
Hengki Pradana - 199504242024061001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2211102010030
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perairan pesisir timur Aceh merupakan habitat penting bagi rajungan biru (Portunus
pelagicus) yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. Keberadaan ektoparasit
pada rajungan dapat memengaruhi kondisi fisiologis inang, menghambat
pertumbuhan, serta menurunkan kualitas organisme. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi jenis ektoparasit serta menganalisis prevalensi, intensitas, dan
dominansi ektoparasit pada rajungan biru di perairan Langsa dan perairan
Lhokseumawe. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan
Desember 2025. Sebanyak 305 ekor contoh rajungan yang diambil secara acak
dianalisis untuk mengetahui jenis-jenis dan jumlah ektoparasit. Hasil penelitian
menunjukkan adanya enam jenis ektoparasit, Octolasmis angulata, O. lowei, O.
warwicki, O. tridens, Chelonibia testudinaria, dan Allokepon monodi. Intensitas
infeksi di perairan Langsa cenderung lebih tinggi dibandingkan perairan
Lhokseumawe, terutama pada O. angulata dengan nilai 32,04 ind/ekor di perairan
Langsa dan 12,79 ind/ekor di perairan Lhokseumawe. Prevalensi infeksi tertinggi di
perairan Langsa ditemukan pada bulan September sebesar 90,00%, sedangkan di
perairan Lhokseumawe terjadi pada bulan Oktober sebesar 38,00%. Prevalensi infeksi
lebih tinggi pada rajungan betina dan individu dengan ukuran karapas lebih besar.
Spesies O. angulata menjadi ektoparasit yang paling dominan di kedua lokasi
penelitian, dengan nilai dominansi sebesar 55,58% di perairan Langsa dan 59,75% di
perairan Lhokseumawe. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara jenis kelamin, bulan pengamatan, dan ukuran karapas terhadap status
infeksi ektoparasit (p
The eastern coastal waters of Aceh constitute an important habitat for the blue swimming crab (Portunus pelagicus), a species of considerable ecological and economic significance. The presence of ectoparasites may adversely affect the physiological condition of the host, inhibit growth, and reduce overall organism quality. This study aimed to identify ectoparasite species and analyze their prevalence, intensity, and dominance in blue swimming crabs collected from the waters of Langsa and Lhokseumawe. The study was conducted from August to December 2025. A total of 305 crab specimens were randomly collected and examined to determine the species composition and abundance of ectoparasites. The results revealed six ectoparasite species, Octolasmis angulata, O. lowei, O. warwicki, O. tridens, Chelonibia testudinaria and Allokepon monodi. The intensity of infection was generally higher in Langsa than in Lhokseumawe, particularly for O. angulata, with values of 32.04 ind/crab and 12.79 ind/crab, respectively. The highest prevalence of infection in Langsa was recorded in September 90.00%, whereas in Lhokseumawe it occurred in October 38.00%. Infection prevalence was also higher in female crabs and in individuals with larger carapace sizes. Among the ectoparasites identified, O. angulata was the most dominant species at both study sites, accounting for 55.58% of the total ectoparasite community in Langsa and 59.75% in Lhokseumawe. Chi-square analysis revealed significant relationships between sex, sampling month, and carapace size and ectoparasite infection status (p < 0.05). Keywords: ectoparasite species; prevalence; intensity; dominance; Chi-Square.
KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) HASIL TANGKAPAN DI PESISIR PANTAI ALUE NAGA, KOTA BANDA ACEH (Leli Afriza, 2024)
KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) YANG DIDARATKAN DI TPI UJONG BLANG KOTA LHOKSEUMAWE (Dewi Cut Mutia, 2024)
STUDI HASIL TANGKAPAN BUBU RAJUNGAN DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN, SUMATERA UTARA (PARMAN ABDULLAH, 2021)
KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) HASIL TANGKAPAN DI TIBAR BAGAN DELI (Fadhilahtul Khairiah, 2024)
BIOLOGI REPRODUKSI DAN MORFOMETRIK RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) DI PERAIRAN KOTA LANGSA (ZAHRA SALSABILA, 2026)