KAJIAN PERBAIKAN CORPORATE SUSTAINABILITY MELALUI PENERAPAN KONSEP STANDAR INDUSTRI HIJAU PADA INDUSTRI AMONIA DAN UREA (STUDI KASUS: PT PUPUK ISKANDAR MUDA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN PERBAIKAN CORPORATE SUSTAINABILITY MELALUI PENERAPAN KONSEP STANDAR INDUSTRI HIJAU PADA INDUSTRI AMONIA DAN UREA (STUDI KASUS: PT PUPUK ISKANDAR MUDA)


Pengarang

Mujir Syah Dani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rizal - 197910192006041003 - Dosen Pembimbing I
Iskandar - 197303041998021002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2304206010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S2) / PDDIKTI : 26101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penerapan Standar Industri Hijau (SIH) merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendorong transformasi industri menuju praktik yang berkelanjutan. Industri amonia dan urea, sebagai sektor padat energi dan berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan keseimbangan antara kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbaikan Corporate Sustainability melalui penerapan konsep Standar Industri Hijau pada industri amonia dan urea dengan studi kasus di PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis tren dan benchmarking terhadap batasan teknis yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 11 Tahun 2023. Evaluasi dilakukan terhadap indikator kinerja utama pada pilar ekonomi, lingkungan, dan sosial berdasarkan data sekunder periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIH berkontribusi pada tren perbaikan kinerja yang terukur. Pada pilar lingkungan, terjadi peningkatan efisiensi bahan baku gas menjadi 59,01 MMBTU/Ton Amonia pada tahun 2024 setelah mengalami fluktuasi akibat kendala operasional meskipun capaian indikator teknis masih berada di atas nilai acuan SIH. Pilar ekonomi menunjukkan ketahanan yang kuat, dibuktikan dengan pencapaian pendapatan usaha tertinggi pada tahun 2024 di tengah kenaikan beban pokok penjualan. Pada pilar sosial terbukti meningkat melalui lonjakan intensitas pelatihan karyawan yang mencapai 20,7 jam/orang serta stabilitas kontribusi CSR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun SIH mendorong perbaikan keberlanjutan secara holistik, Standar Industri Hijau dapat menjadi acuan strategis dalam meningkatkan keberlanjutan industri agar kinerja perusahaan semakin mendekati target teknis yang ditetapkan pemerintah

Kata Kunci: Standar Industri Hijau, Corporate Sustainability, Industri Amonia dan Urea, Key Performance Indicators, Efisiensi Energi

ABSTRACT The implementation of Green Industry Standards (SIH) is one of the government's strategic instruments in encouraging industrial transformation towards sustainable practices. The ammonia and urea industry, as energy-intensive sectors and significant contributors to greenhouse gas emissions, faces significant challenges in achieving a balance between economic, environmental, and social performance. This study aims to examine improvements in Corporate Sustainability through the application of the Green Industry Standard concept in the ammonia and urea industry, with a case study at PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM). This study uses a quantitative descriptive approach with trend analysis and benchmarking methods against the technical limits stipulated in the Minister of Industry Regulation Number 11 of 2023. Evaluation was conducted on key performance indicators in the economic, environmental, and social pillars based on secondary data for the 2021–2024 period. The results show that the implementation of SIH contributes to a measurable performance improvement trend. In the environmental pillar, there was an increase in gas feedstock efficiency to 59.01 MMBTU/Ton Ammonia in 2024 after experiencing fluctuations due to operational constraints, although the technical indicator achievement was still above the SIH reference value. The economic pillar demonstrated strong resilience, evidenced by the achievement of peak operating revenue in 2024 amidst rising cost of goods sold. The social pillar demonstrated improvement through a surge in employee training intensity, reaching 20.7 hours per person, and stable CSR contributions. This study concluded that while the Green Industry Standard encourages holistic sustainability improvements, the Green Industry Standard can serve as a strategic reference for enhancing industrial sustainability, bringing company performance closer to the technical targets set by the government. Keywords: Green Industry Standards, Corporate Sustainability, Ammonia and Urea Industry, Key Performance Indicators, Energy Efficiency

Citation



    SERVICES DESK