DIMENSI TEKS DALAM ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH PADA BERITA DEMO DPRK ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DIMENSI TEKS DALAM ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH PADA BERITA DEMO DPRK ACEH


Pengarang

KANSA HUMAIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Armia - 197108221998021001 - Dosen Pembimbing I
Nurrahmah - 199112072022032012 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2206102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Bahasa dan Sastra Indonesia., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

401.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kansa Humaira. (2026). Dimensi Teks dalam Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Berita Demo DPRK Aceh [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Armia, S.Pd., M.Hum. dan Nurrahmah, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi teks dalam analisis wacana kritis model Norman Fairclough pada berita demo DPRK Aceh yang dimuat dalam portal berita Serambi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah teks berita demo DPRK Aceh yang dipublikasikan dalam portal berita Serambi Indonesia. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan dimensi teks dalam berita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat teks berita, mengklasifikasikan data berdasarkan dimensi teks model Norman Fairclough, mendeskripsikan unsur-unsur dimensi teks yang diperoleh, serta menarik kesimpulan dari hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks berita demo DPRK Aceh ditemukan empat jenis dimensi teks, yaitu (1) kosakata berupa kata tuntutan, aspirasi, unjuk rasa, dan blokade yang mengandung nilai rasa serta muatan ideologi perlawanan rakyat terhadap DPRK Aceh ; (2) kohesi seperti kata Massa, aksi, dan, dan dengan yang mencakup kohesi gramatikal dan leksikal sehingga berfungsi menjaga keterpaduan teks; (3) koherensi yang menunjukkan hubungan makna antarkalimat dalam teks berita, (4) ketepatan struktur kalimat yang mencerminkan penggunaan kalimat efektif, sistematis, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia sehingga memperjelas penyampaian berita. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teks berita yang dianalisis memiliki struktur wacana yang sistematis dan saling berkaitan sehingga mampu menyampaikan informasi kepada pembaca secara jelas dan runtut.
Kata kunci: wacana kritis, dimensi teks, Norman Fairclough, berita, demo.

Kansa Humaira. (2026). Dimensions of text in Norman Fairclough's critical discourse analysis on the Aceh DPRK demonstration news [Skripsi. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Armia, S.Pd., M.Hum. and Nurrahmah, M.Pd. This study aims to describe the textual dimension within Norman Fairclough’s critical discourse analysis model as applied to news reports regarding the Aceh DPRK (Regional House of Representatives) protest published on the Serambi Indonesia news portal. The study employs a qualitative approach and a descriptive research design. The subjects of the study are the news texts concerning the Aceh DPRK protest published by Serambi Indonesia. The data consist of words, phrases, and sentences that illustrate the textual dimension of the news reports. Data collection techniques involved carefully reading the news texts, classifying data based on Fairclough’s textual dimension model, describing the identified textual elements, and drawing conclusions from the analysis. The results reveal four types of textual dimensions within the news reports: (1) vocabulary specifically terms such as tuntutan (demands), aspirasi (aspirations), unjuk rasa (demonstration), and blokade (blockade) which carry emotive connotations and reflect an ideology of public resistance against the Aceh DPRK; (2) cohesion involving terms like massa (crowd), aksi (action), dan (and), and dengan (with) encompassing both grammatical and lexical cohesion to maintain textual unity; (3) coherence, demonstrating semantic relationships between sentences within the news text; and (4) sentence structure precision, reflecting the use of effective, systematic sentences that adhere to Indonesian language rules, thereby clarifying the delivery of the news. These findings indicate that the analyzed news texts possess a systematic and interconnected discourse structure, enabling the clear and coherent conveyance of information to the reader. Keywords: critical discourse, text dimensions, Norman Fairclough, news, demonstration.

Citation



    SERVICES DESK