<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17174">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN RISIKO RELAPS PADA MANTAN PECANDU NAPZA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fatma Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Risiko relaps merupakan situasi yang dihadapi mantan pecandu NAPZA setelah selesai menjalani rehabilitasi. Salah satu faktor yang dapat mengurangi risiko relaps adalah optimisme. Optimisme akan membantu mantan pecandu NAPZA untuk bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan yang dialami, masa-masa krisis, dan mengatasi hal-hal yang dapat memicu stres dalam proses pemulihan sehingga dapat mengurangi risiko relaps. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan risiko relaps pada mantan pecandu NAPZA di Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dan snowball sampling. Sampel penelitian adalah mantan pecandu NAPZA di Banda Aceh yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 40 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Life Orientation Test-Revised (LOT-R) oleh Carver dan Scheier dengan reliabilitas 0,770 dan Stimulant Relaps Risk Scale (SRRS) oleh Ogai et al. dengan reliabilitas 0,925. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,745 dengan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara optimisme dengan risiko relaps pada mantan pecandu NAPZA di Banda Aceh. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi optimisme mantan pecandu, maka semakin rendah risiko relaps pada mantan pecandu  tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci : Optimisme, Risiko Relaps, Mantan Pecandu NAPZA.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17174</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-19 20:46:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-20 14:35:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>