EVALUASI PELAYANAN BUS TRANS KOETARADJA KORIDOR 3A ( PUSAT KOTA – SEUTUI – MATA IE) DAN 3B (PUSAT KOTA – LAMPEUNEURUT – MATA IE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EVALUASI PELAYANAN BUS TRANS KOETARADJA KORIDOR 3A ( PUSAT KOTA – SEUTUI – MATA IE) DAN 3B (PUSAT KOTA – LAMPEUNEURUT – MATA IE)


Pengarang

Hilman Abdillah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

M. Isya - 196204111989031002 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 195905121987021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2404201010067

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk dan kendaraan bermotor yang signifikan memicu peningkatan volume lalu lintas di Kota Banda Aceh. Sebagai solusi mobilitas, Pemerintah Aceh menginisiasi layanan angkutan umum Bus Trans Koetaradja. Namun, wacana transisi dari layanan gratis menjadi layanan berbayar menuntut adanya evaluasi komprehensif terkait keberlanjutan finansial dan penerimaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional bus berdasarkan kriteria Level of Service (LOS), menganalisis tingkat kepuasan penumpang melalui Customer Satisfaction Index (CSI), serta menentukan nilai Kemauan Membayar (Willingness to Pay / WTP) dan Kemampuan Membayar (Ability to Pay / ATP) pada penumpang Koridor 3A (Pusat Kota – Mata Ie) dan 3B (Pusat Kota – Lampeuneurut – Mata Ie). Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan terkait kinerja operasional (load factor, headway, waktu perjalanan) dan penyebaran kuesioner kepada 200 responden. Guna menyesuaikan dengan kondisi operasional penumpang di halte, teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling yang dikombinasikan dengan purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi UPTD Trans Kutaradja.
Analisis data menggunakan metode CSI, Importance-Performance Analysis (IPA), metode Contingent Valuation untuk WTP, dan uji Regresi Logistik Biner untuk mengetahui faktor penentu kesediaan membayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional memiliki kesenjangan headway yang signifikan pada jam tidak sibuk (off-peak), dengan tingkat keterisian rata-rata (Load Factor) sebesar 38,08% untuk Koridor 3A dan 35,39% untuk Koridor 3B. Tingkat kepuasan penumpang (CSI) berada pada kategori "Puas" dengan nilai 80,58%. Nilai rata-rata
WTP masyarakat adalah sebesar Rp 3.145, angka ini lebih tinggi dibandingkan ATP kelompok dominan (pelajar/mahasiswa) yang hanya sebesar Rp 2.272. Lebih lanjut, hasil analisis regresi membuktikan bahwa kinerja operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesediaan membayar (Sig. 0,042), sedangkan kepuasan pelayanan tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,783). Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penerapan tarif diferensiasi guna menjaga keterjangkauan, serta memprioritaskan perbaikan pada kepastian jadwal operasional dan sistem informasi pelacak bus (digitalisasi) Aceh

Kata kunci: Bus Trans Koetaradja, Level of Service, Customer Satisfaction Index, Willingness to Pay, Ability to Pay

The Trans Koetaradja bus serves as a crucial mass public transportation system in the Banda Aceh agglomeration area. This study aims to evaluate the operational performance, assess passenger satisfaction levels, determine the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP), and analyze the factors influencing passengers' willingness to pay for Corridors 3A and 3B (Mata Ie Route). The research utilized primary data collected from 200 respondents through accidental sampling during the operational hours. The analytical methods included the Transit Capacity and Quality of Service Manual (TCQSM) for operational performance, Importance-Performance Analysis (IPA) for service quality, the Contingent Valuation Method (CVM) with a bidding game technique for WTP, and Binary Logistic Regression. The results indicate that the average Ability to Pay (ATP) of passengers, who are predominantly students and university students (captive riders), is Rp 2,272 per trip. Meanwhile, the Willingness to Pay (WTP) analysis shows that resistance increases as the fare scenario approaches Rp 3,000. Furthermore, the IPA highlights several service attributes in Quadrant I that require immediate priority improvement, particularly regarding headway and schedule reliability. The binary logistic regression analysis confirms that operational performance significantly affects the probability of passengers' willingness to pay. In conclusion, service reliability enhancements must be prioritized prior to fare implementation to align with the financial capacity of the primary user demographic. Keywords: Trans Koetaradja, Operational Performance, Importance-Performance Analysis, Willingness to Pay, Ability to Pay, Logistic Regression.

Citation



    SERVICES DESK