OPTIMALISASI RUTE PADA JARINGAN JALAN SUBURBAN MENGGUNAKAN INTEGRASIRNFUZZY-DIJKSTRARN(STUDI KASUS LAMBHUK-SIMPANG TUJUH ULEE KARENG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMALISASI RUTE PADA JARINGAN JALAN SUBURBAN MENGGUNAKAN INTEGRASIRNFUZZY-DIJKSTRARN(STUDI KASUS LAMBHUK-SIMPANG TUJUH ULEE KARENG)


Pengarang

CUT AZKA HUNAIFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Noer Fadhly - 197507312002121002 - Dosen Pembimbing I
Cut Mutiawati - 197605262006042003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204101010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program study Teknik Sipil Fakultas Teknik Unyiah., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan fungsi lahan di kawasan Lambhuk-Simpang Tujuh Ulee Kareng
mendorong peningkatan mobilitas penduduk yang berdampak pada meningkatnya
tekanan terhadap kapasitas jaringan jalan. Data Dinas Perhubungan Kota Banda
Aceh (2023) menunjukkan tingkat pelayanan Jl. T. P. Nyak Makam berada pada
kategori B-C dan Jl. T. Iskandar pada kategori C-D, yang mengindikasikan kondisi
mendekati jenuh. Selain itu, kemacetan juga terjadi di Simpang BPKP dengan
panjang antrean mencapai ±500 meter (Akbar, 2025). Kondisi ini menyebabkan
peningkatan waktu tempuh dan menurunnya efisiensi perjalanan, sementara solusi
pelebaran jalan cenderung bersifat sementara dan berpotensi menimbulkan induced
demand. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pemilihan rute optimal
dengan mengintegrasikan logika fuzzy dan algoritma Dijkstra. Variabel yang
digunakan meliputi jarak ruas jalan dan derajat kejenuhan (DS). Proses pembobotan
dilakukan melalui tahapan fuzzifikasi, pembentukan basis aturan, dan inferensi
menggunakan metode Sugeno. Perhitungan dilakukan menggunakan Microsoft
Excel dan divalidasi dengan MATLAB. Hasil analisis menunjukkan bahwa
kapasitas ruas jalan bervariasi antara 1345-2703 smp/jam, dengan nilai DS berkisar
antara 0,21-0,58. Hasil inferensi fuzzy menghasilkan nilai output crisp pada rentang
0,227-0,977 yang merepresentasikan tingkat hambatan lalu lintas pada setiap
lintasan. Validasi model menunjukkan tingkat kesalahan yang sangat kecil, yaitu
0%-2%, sehingga model dinyatakan konsisten. Integrasi dengan algoritma Dijkstra
menghasilkan rute optimal melalui lintasan V1-V3-V4-V6 dengan total bobot
minimum sebesar 1,018. Rute ini dipilih karena memiliki akumulasi tingkat
hambatan yang lebih rendah dibandingkan alternatif lintasan lainnya.
Kata kunci: logika fuzzy, algoritma dijkstra, derajat kejenuhan, jaringan jalan

The development of land functions in the Lambhuk-Simpang Tujuh Ulee Kareng area encourages an increase in population mobility which has an impact on increasing pressure on the capacity of the road network. Data from Dinas Perhubungan Banda Aceh (2023) shows that the service level of Jl. T. P. Nyak Makam is in the B-C category and Jl. T. Iskandar is in the C-D category, which indicates that the condition is close to saturation. In addition, congestion also occurred at the BPKP Junction with a queue length of ±500 meters (Akbar, 2025). This condition leads to increased travel time and decreased travel efficiency, while road widening solutions tend to be temporary and have the potential to cause induced demand. This study aims to design an optimal route selection model by integrating fuzzy logic and Dijkstra algorithms. The variables used include road distance and degree of saturation (DS). The weighting process is carried out through the stages of fuzzification, rulebase formation, and inference using the Sugen method. The calculation is done using Microsoft Excel and validated with MATLAB. The results of the analysis showed that the capacity of the road section varied between 1345-2703 smp/hour, with a DS value ranging from 0.21-0.58. The fuzzy inference results in a crisp output value in the range of 0.227-0.977 which represents the level of traffic obstruction on each track. Model validation shows a very small error rate, i.e. 0%-2%, so the model is declared consistent. Integration with the Dijkstra algorithm results in an optimal route through the V1-V3-V4-V6 trajectory with a minimum total weight of 1.018. This route was chosen because it has a lower accumulation of resistance levels compared to other alternative tracks. Keywords: fuzzy logic, dijkstra algorithm, degree of saturation, road network

Citation



    SERVICES DESK