REPRESENTASI EMOSI MARAH DAN SAYANG DALAM BAHASA ACEH: KAJIAN ETNOSEMANTIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

REPRESENTASI EMOSI MARAH DAN SAYANG DALAM BAHASA ACEH: KAJIAN ETNOSEMANTIK


Pengarang

Reka Hastia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ramli - 196312311988101001 - Dosen Pembimbing I
Yusri Yusuf - 195808251986021002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2406202010006

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah KualaKuala., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Reka Hastia (2026). Representasi Emosi Marah dan Sayang dalam Bahasa Aceh: Kajian Etnosemantik. [Tesis. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd. dan Dr. Drs. Ramli, M.Pd.

Penelitian ini mengkaji ungkapan emosi marah dan sayang dalam bahasa Aceh dengan pendekatan etnosemantik. Fokus kajian meliputi klasifikasi ungkapan, struktur makna, ciri pembeda, serta penggunaan ungkapan emosi dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa kata dan ungkapan bahasa Aceh yang diperoleh melalui kuesioner terbuka, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif terhadap penutur bahasa Aceh di Aceh Selatan. Subjek penelitian ini adalah penutur asli bahasa Aceh di Aceh Selatan, dengan informan wawancara sebanyak 15 orang yang dipilih secara purposive dan dikembangkan dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan emosi marah dan sayang membentuk dua ranah makna utama yang masing-masing memiliki susunan internal dan ciri pembeda. Ungkapan emosi marah merepresentasikan penilaian terhadap kemampuan memahami, kewajaran tindakan, ketidakpatuhan, moral, karakter, gangguan interaksi, keadaan emosional penutur, penghinaan simbolik, dan kehormatan keluarga. Sementara itu, ungkapan emosi sayang merepresentasikan keterikatan batin, ketertarikan interpersonal, kerinduan, empati, kepedulian, pujian moral, dan harapan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa ungkapan marah berperan sebagai mekanisme evaluasi dan kontrol sosial, sedangkan ungkapan sayang berperan dalam memelihara ikatan emosional, kepedulian, dan relasi sosial. Dengan demikian, ungkapan emosi dalam bahasa Aceh tidak hanya merepresentasikan pengalaman batin individual, tetapi juga mencerminkan sistem makna budaya masyarakat Aceh.

Kata kunci: bahasa Aceh, emosi marah, emosi sayang, etnosemantik, linguistik budaya

Reka Hastia (2026). Representation of Anger and Affection in the Acehnese Language: An Ethnosemantic Study. [Thesis, Syiah Kuala University]. Under direction of Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd. and Dr. Drs. Ramli, M.Pd. This study examines expressions of anger and affection in the Acehnese language using an ethnosemantic approach. The focus of the study includes the classification of expressions, semantic structure, distinctive features, and the use of emotional expressions within the social and cultural context of Acehnese society. This research employs a descriptive qualitative approach with data in the form of Acehnese words and expressions obtained through open-ended questionnaires, in-depth interviews, and participant observation. The subjects of this study were native speakers of Acehnese in South Aceh, with 15 interview informants selected purposively and expanded through snowball sampling. Data analysis was conducted through the stages of domain, taxonomy, componential, and cultural theme analysis. The findings show that expressions of anger and affection form two main semantic domains, each with its own internal structure and distinguishing features. Expressions of anger represent evaluations of cognitive understanding, appropriateness of actions, disobedience, morality, character, interactional disturbances, the speaker’s emotional state, religious symbols, and family honor. Meanwhile, expressions of affection represent emotional attachment, interpersonal attraction, longing, empathy and protection, as well as moral praise and goodwill. These findings indicate that expressions of anger function as mechanisms of evaluation and social control, while expressions of affection function to maintain emotional bonds, care, and social relationships. Therefore, emotional expressions in the Acehnese language do not merely represent individual inner experiences but also reflect the cultural meaning system of Acehnese society. Keywords: Acehnese language, affection, anger, cultural linguistics, ethnosemantics

Citation



    SERVICES DESK