PENGARUH KEBIJAKAN PENANGKAPAN IKAN TERUKUR (PIT) TERHADAP KEBERLANJUTAN PERIKANAN TUNA, CAKALANG, TONGKOL (TCT) DI PPS KUTARAJA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KEBIJAKAN PENANGKAPAN IKAN TERUKUR (PIT) TERHADAP KEBERLANJUTAN PERIKANAN TUNA, CAKALANG, TONGKOL (TCT) DI PPS KUTARAJA


Pengarang

M KHAIRUL MIZAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2211103010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan pemanfaatan sumber daya perikanan melalui sistem kuota guna menjaga keberlanjutan stok ikan. PPS Kutaraja sebagai salah satu sentra pendaratan ikan Tuna, Cakalang, dan Tongkol (TCT) memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan PIT terhadap keberlanjutan perikanan TCT di PPS Kutaraja. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di PPS Kutaraja, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan responden sebanyak 6 kapal purse seine yang menerapkan kebijakan PIT menggunakan metode sensus (total sampling). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan perhitungan Catch Per Unit Effort (CPUE) untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan PIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi TCT mengalami peningkatan pada periode sebelum PIT, yaitu tuna sebesar 288%, cakalang 141%, dan tongkol 247%. Penerapan PIT pada tahun 2023–2024 produksi mengalami penurunan seiring berkurangnya jumlah armada purse seine ≥60 GT. Nilai CPUE menunjukkan peningkatan pada periode pasca-PIT, dengan nilai tertinggi tuna sebesar 128,7 ton/kapal, cakalang 129 ton/kapal, dan tongkol 140,6 ton/kapal. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan PIT berkontribusi dalam pengendalian effort dan peningkatan efisiensi penangkapan menuju pengelolaan perikanan yang lebih berkelanjutan di PPS Kutaraja.

Kata kunci: keberlanjutan perikanan, pengelolaan berbasis kuota, pelagis besar,
purse seine, efisiensi penangkapan.

ABSTRACT The Measurable Fishing Policy (Penangkapan Ikan Terukur/PIT) is a government initiative aimed at regulating the utilization of fishery resources through a quota-based system to ensure fish stock sustainability. Kutaraja Ocean Fishing Port (PPS Kutaraja), a primary landing center for tuna, skipjack, and frigate tuna (TCT), plays a critical role in supporting sustainable fisheries management. This study aims to analyze the impact of the PIT on the sustainability of TCT fisheries at PPS Kutaraja. The research was conducted from October to November 2025 at PPS Kutaraja, Banda Aceh. A descriptive quantitative method was applied using a census (total sampling) approach involving six purse seine vessels operating under the PIT policy. Data were analyzed descriptively and quantitatively using Catch Per Unit Effort (CPUE) to compare fishery conditions before and after PIT implementation. The results indicated that TCT production increased during the pre-PIT period, with tuna, skipjack, and frigate tuna rising by 288%, 141%, and 247%, respectively. Following the implementation of PIT during 2023–2024, production declined in conjunction with a reduction in the number of purse seine vessels ≥60 GT. However, CPUE values increased post-PIT implementation, peaking at 128.7 tons/vessel for tuna, 129 tons/vessel for skipjack, and 140.6 tons/vessel for frigate tuna. These findings demonstrate that the PIT policy effectively contributes to effort control and enhances fishing efficiency, thereby fostering more sustainable fisheries management at PPS Kutaraja. Keywords: Fisheries sustainability, Quota-based management, Large pelagic fish, purse seine, Fishing efficiency.

Citation



    SERVICES DESK