ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI NILAM DI KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI NILAM DI KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

SANIAH SUKMA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Noratun Juliaviani - 198906092023212036 - Dosen Pembimbing I
Widyawati - 197707302005012001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2205102010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usahatani nilam di Kecamatan Kluet Tengah memiliki potensi strategis bagi perekonomian
masyarakat, namun masih menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks sehingga
keberlanjutannya perlu dikaji secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menilai status
keberlanjutan usahatani nilam melalui pendekatan multidimensi sekaligus mengidentifikasi
atribut kunci yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutannya. Metode yang diterapkan
adalah Rap-PA (Rapid Appraisal of The Status of Patchouli) berbasis Multidimensional
Scaling (MDS) untuk mengukur tingkat keberlanjutan pada lima dimensi, yaitu ekologi,
ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan, serta leverage analysis untuk menentukan
atribut kunci yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan indeks
keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan usahatani nilam
secara multidimensi memperoleh nilai rata-rata 50,28 (cukup berkelanjutan), dengan
dimensi ekologi (68,82) dan sosial (53,40) telah mencapai kategori cukup berkelanjutan,
sementara dimensi kelembagaan (49,88), teknologi (40,16), dan ekonomi (39,16) masih
tergolong kurang berkelanjutan. Analisis leverage menegaskan bahwa pengelolaan limbah
usahatani, ketidakstabilan harga jual, rendahnya minat generasi muda, serta lemahnya peran
kelompok tani dan intensitas penyuluhan merupakan atribut pengungkit yang paling
menentukan perubahan status keberlanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi landasan
perumusan kebijakan pembangunan pertanian yang mendukung peningkatan keberlanjutan
usahatani nilam di Kecamatan Kluet Tengah, dengan prioritas utama pada dimensi ekonomi,
teknologi, dan kelembagaan.

Patchouli (nilam) farming in Kluet Tengah District holds strategic potential for the local economy, yet it continues to face complex challenges that require a comprehensive assessment of its sustainability. This study aims to evaluate the sustainability status of patchouli farming through a multidimensional approach and to identify the key attributes that most significantly influence its sustainability. The method applied is Rap-PA (Rapid Appraisal of the Status of Patchouli), based on Multidimensional Scaling (MDS), to measure sustainability levels across five dimensions, namely ecological, economic, social, technological, and institutional, along with leverage analysis to determine the key attributes exerting a significant influence on changes in the sustainability index. The results show that the multidimensional sustainability index of patchouli farming achieved an average value of 50.28 (moderately sustainable), with the ecological dimension (68.82) and social dimension (53.40) already reaching the moderately sustainable category, while the institutional (49.88), technological (40.16), and economic (39.16) dimensions remain in the less sustainable category. The leverage analysis confirms that farm waste management, unstable selling prices, low interest among the younger generation, and the weak role of farmer groups along with limited extension intensity are the most determining leverage attributes affecting changes in sustainability status. These findings are expected to serve as a basis for formulating agricultural development policies that support improved sustainability of patchouli farming in Kluet Tengah District, with primary priority given to the economic, technological, and institutional dimensions.

Citation



    SERVICES DESK