ANALISA MODAL SOSIAL DALAM SOLIDARITAS PEDAGANG (STUDI KASUS PEDAGANG PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA DI PASAR ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA MODAL SOSIAL DALAM SOLIDARITAS PEDAGANG (STUDI KASUS PEDAGANG PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA DI PASAR ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

SAHLA AKMALDIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing I
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Penguji
Nurul Fajri - 199102262022032009 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


ABSTRAK

Pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga
sebagai ruang sosial yang melahirkan interaksi dan solidaritas antar pelaku
ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk modal sosial yang
dimiliki pedagang perlengkapan rumah tangga di Pasar Ulee Kareng serta
bagaimana modal sosial tersebut berperan dalam membentuk solidaritas sesama
pedagang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Informan terdiri dari pedagang perlengkapan rumah tangga, pengelola pasar, serta
masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial pedagang
terbentuk dari tiga dimensi utama, yaitu kepercayaan, norma, dan jaringan sosial.
Kepercayaan terwujud dalam praktik pinjam-meminjam barang, pemberian tempo
pembayaran, dan berbagi informasi tentang harga serta pemasok. Norma hadir
dalam bentuk aturan tidak tertulis, seperti menjaga kebersihan lingkungan pasar,
menjunjung kejujuran, menghindari persaingan tidak sehat, serta saling membantu
ketika salah satu pedagang mengalami kesulitan. Jaringan sosial terbentuk melalui
kekerabatan, pertemanan, serta interaksi rutin sehari-hari yang memperkuat akses
informasi dan dukungan timbal balik. Ketiga dimensi ini saling melengkapi dan
berperan penting dalam memperkuat solidaritas pedagang yang diwujudkan melalui
rasa senasib sepenanggungan, kebiasaan berdiskusi mencari solusi bersama, hingga
kemampuan menyelesaikan konflik kecil tanpa menimbulkan perpecahan.
Meskipun terdapat tantangan berupa persaingan harga dan ketidaktahuan pedagang
baru terhadap aturan tidak tertulis, modal sosial yang kuat mampu menjaga kohesi
sosial dan ketahanan ekonomi pedagang. Dengan demikian, keberadaan Pasar Ulee
Kareng tidak hanya menopang perekonomian lokal, tetapi juga membentuk ikatan
sosial yang menjadi fondasi solidaritas komunitas pedagang.

Kata kunci: Modal Sosial, Solidaritas, Pasar Tradisional, Pedagang, Ulee Kareng

ABSTRACT Traditional markets serve not only as centers of economic transactions but also as social spaces that foster interaction and solidarity among economic actors. This study aims to analyze the forms of social capital possessed by household equipment traders in Ulee Kareng Market and how such capital contributes to shaping solidarity among them. The research employed a qualitative approach with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants included household equipment traders, market managers, and the surrounding community. The findings indicate that traders’ social capital consists of three main dimensions: trust, norms, and social networks. Trust is reflected in practices such as lending goods, providing flexible payment terms, and sharing information on prices and suppliers. Norms are represented by unwritten rules, including maintaining market cleanliness, upholding honesty, avoiding unfair competition, and offering mutual support in times of difficulty. Social networks are built through kinship, long-term friendships, and daily interactions that strengthen access to information and reciprocal support. These dimensions complement one another and play a crucial role in reinforcing traders’ solidarity, manifested in a sense of shared struggle, collective problem-solving through discussions, and the ability to resolve minor conflicts peacefully. Although challenges such as price competition and the lack of awareness among new traders about unwritten rules persist, strong social capital ensures social cohesion and strengthens traders’ economic resilience. Therefore, Ulee Kareng Market functions not only as a driver of the local economy but also as a social arena that nurtures solidarity within the trading community. Keywords: Social Capital, Solidarity, Traditional Market, Traders, Ulee Kareng

Citation



    SERVICES DESK