KAJIAN HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP JARING AMBAI DI PERAIRAN KAMPUNG NELAYAN INDAH, KECAMATAN MEDAN LABUHAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP JARING AMBAI DI PERAIRAN KAMPUNG NELAYAN INDAH, KECAMATAN MEDAN LABUHAN


Pengarang

RIEYANDITA FASAWWA BANGUN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing I
Nurhayati_198905042024062002 - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211103010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya perikanan yang besar, terutama di wilayah pesisir dan estuari. Salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan tinggi adalah Perairan Kampung Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara, yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor perikanan tangkap. Salah satu alat tangkap yang digunakan di wilayah ini adalah Bubu ambai. Namun, penggunaan alat tangkap tersebut perlu dikaji terkait komposisi hasil tangkapan dan tingkat selektivitasnya terhadap organisme perairan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis spesies yang tertangkap serta menganalisis hasil tangkapan alat tangkap jaring ambai. Metode yang digunakan adalah metode sensus, yaitu seluruh hasil tangkapan dijadikan sebagai sampel penelitian dan dianalisis berdasarkan komposisi spesies serta persentase bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies yang tertangkap terdiri dari berbagai kelompok organisme perairan, yaitu krustasea, ikan demersal, ikan pelagis, serta biota non-target. Spesies yang dominan antara lain udang putih (Litopenaeus vannamei), udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis), udang windu (Penaeus monodon), ikan duri (Ariidae sp.), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), serta kepiting bakau (Scylla serrata). Komposisi hasil tangkapan menunjukkan bahwa kelompok krustasea, khususnya udang, merupakan hasil tangkapan dominan dengan kontribusi terbesar berasal dari udang putih dan ikan duri yang memiliki persentase bobot tertinggi. Selain itu, ditemukan tangkapan sampingan (bycatch) seperti ikan buntal dan ikan gelodok yang mengindikasikan bahwa jaring ambai memiliki selektivitas yang relatif rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan perairan estuari yang didominasi oleh substrat berlumpur, keberadaan mangrove, serta dinamika arus dan pasang surut yang mendukung ketersediaan pakan alami. Oleh karena itu, jaring ambai efektif dalam menangkap spesies target, namun memiliki tingkat selektivitas yang rendah terhadap spesies non-target.


Kata kunci: Estuari, Jaring ambai, Komposisi hasil tangkapan, Perairan pesisir, Selektivitas alat tangkap.

ABSTRACT Indonesia is an archipelagic country with abundant fisheries resources, particularly in coastal and estuarine areas. One of the regions with high fisheries potential is the waters of Kampung Nelayan Indah, Medan Labuhan District, North Sumatra, where most of the local community depends on capture fisheries for their livelihood. One of the fishing gears commonly used in this area is the ambai net. However, the use of this fishing gear needs to be studied in terms of catch and its selectivity toward aquatic organisms. Therefore, this study aimed to identify the species caught and analyze the catch composition of the ambai net fishing gear.The study employed a census method, in which all catches were used as research samples and analyzed based on species composition and weight percentage. The results showed that the catches consisted of various groups of aquatic organisms, including crustaceans, demersal fish, pelagic fish, and non-target organisms. The dominant species included white shrimp (Litopenaeus vannamei), banana shrimp (Fenneropenaeus merguiensis), tiger shrimp (Penaeus monodon), catfish (Ariidae sp.), fourfinger threadfin (Eleutheronema tetradactylum), and mangrove crab (Scylla serrata). The catch composition indicated that crustaceans, particularly shrimp, were the dominant catch group, with white shrimp and catfish contributing the highest weight percentages. In addition, bycatch species such as pufferfish and mudskipper were also found, indicating that the ambai net has relatively low selectivity. This condition is influenced by the characteristics of the estuarine environment, which is dominated by muddy substrates, mangrove ecosystems, and tidal current dynamics that support the availability of natural food sources. Therefore, the ambai net is effective in catching target species but has low selectivity toward non-target species. Keywords: Estuary, Ambai net, Catch composition, Coastal Waters, Fishing Gear Selectivity.

Citation



    SERVICES DESK