HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT PSIKOFARMAKA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT PSIKOFARMAKA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH


Pengarang

faiz akrom zeir - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tedy Kurniawan Bakri - 198705082015041002 - Dosen Pembimbing I
Lydia Septa Desiyana - 198109252008122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2208109010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.78

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan obat psikofarmaka, khususnya antipsikotik atipikal, dalam jangka
panjang sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, salah
satunya adalah perubahan tekanan darah (hipertensi). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi prevalensi, pola penggunaan obat, serta menganalisis hubungan
penggunaan terapi psikofarmaka terhadap perubahan tekanan darah pada pasien
gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Penelitian ini menggunakan desain
observasional analitik secara prospektif longitudinal selama tiga bulan (pengukuran
baseline hingga bulan ke-3). Sampel penelitian berjumlah 11 pasien rawat jalan yang
ditarik menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara statistik
menggunakan uji non-parametrik Cochran's Q Test. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa prevalensi kejadian hipertensi pada baseline sebesar 18,18%. Selama tiga bulan
pemantauan, teridentifikasi 9,09% pasien mengalami peningkatan tekanan darah
sistolik hingga batas hipertensi tahap 1, sementara 81,82% pasien lainnya stabil pada
rentang normal hingga pra-hipertensi. Pola kombinasi obat yang paling banyak
diresepkan adalah risperidone dan lorazepam (18,18%), serta ditemukan insidensi
polifarmasi ekstrem (kombinasi 5 obat) sebesar 9,09%. Uji statistik menunjukkan
tidak terdapat perbedaan proporsi status tekanan darah yang bermakna secara
signifikan akibat intervensi terapi selama tiga bulan (p-value sistolik = 0,3916;
diastolik = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi paparan
psikofarmaka selama tiga bulan pertama masih merupakan fase adaptasi metabolik
awal dan belum cukup kronis untuk memicu kerusakan vaskular permanen.
Pemantauan tekanan darah berkala dan pengawasan kepatuhan minum obat oleh
keluarga sangat disarankan.
Kata kunci: Psikofarmaka, Tekanan Darah, Hipertensi, Gangguan Jiwa.

Long-term use of psychotropic drugs, particularly atypical antipsychotics, is frequently associated with an increased risk of metabolic syndrome, including blood pressure changes (hypertension). This study aimed to identify the prevalence, drug use patterns, and analyze the relationship between psychotropic therapy and blood pressure changes in mental disorder patients at Aceh Mental Hospital. An observational analytic study with a prospective longitudinal design over three months (baseline to 3rd-month observation) was conducted. The sample consisted of 11 outpatients selected using the total sampling technique. Data were statistically analyzed using the non-parametric Cochran's Q Test. The results showed that the prevalence of hypertension at baseline was 18.18%. During the three-month monitoring, 9.09% of patients experienced an increase in systolic blood pressure to stage 1 hypertension, while 81.82% remained stable in the normal to pre-hypertension range. The most frequently prescribed drug combination was risperidone and lorazepam (18.18%), with an incidence of extreme polypharmacy (5-drug combination) found at 9.09%. Statistical tests indicated no significant difference in the proportion of blood pressure status due to therapeutic intervention over the three months (systolic p-value = 0.3916; diastolic p-value = 1.000). This study concludes that the three-month duration of psychotropic exposure represents an initial metabolic adaptation phase and is not chronic enough to trigger permanent vascular damage. Periodic blood pressure monitoring and caregiver supervision of medication adherence are highly recommended. Keywords: Psychopharmaceuticals, Blood Pressure, Hypertension, Mental Disorders.

Citation



    SERVICES DESK