STRATEGI SOLIDARITAS PEREMPUAN BUNGOENG JEUMPA ACEH DALAM ADVOKASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI SOLIDARITAS PEREMPUAN BUNGOENG JEUMPA ACEH DALAM ADVOKASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN


Pengarang

Nur Zikra Ramadhana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fadlan Barakah - 199008092022031003 - Dosen Pembimbing I
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Penguji
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210101010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Aceh. Solidaritas Perempuan Bungoeng Jeumpa Aceh (SP Aceh) merupakan salah satu organisasi feminis yang aktif dalam upaya advokasi kekerasan terhadap perempuan, khususnya di tingkat akar rumput. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi SP Aceh dalam advokasi kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan teori modal sosial Robert D. Putnam dengan tiga indikator utama yaitu; jaringan (networks), kepercayaan (trust), dan norma (norms). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi yang dilakukan meliputi advokasi kebijakan, pendampingan korban, peningkatan kapasitas perempuan serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Strategi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan modal sosial organisasi. Jaringan membuka akses pertukaran informasi dan dukungan sumber daya. Kepercayaan memperkuat kerja sama antar organisasi dan masyarakat. Sementara itu, norma menjadi pedoman dalam menjalankan advokasi. Strategi ini diimplementasikan dalam kolaborasi lintas sektor, meliputi: (1) kolaborasi dengan perempuan akar rumput melalui, sosialisasi, diskusi gampong, pengadaan pelatihan/worksop serta membentuk Forum Perempuan Hebat. (2) kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, melalui pelatihan dan diskusi bersama. (3) kolaborasi dengan pemerintah dilakukan melalui audiensi dan kegiatan bersama. (4) pemanfaatan media massa sebagai sarana kampanye publik, melalui podcast, talkshow dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan SP Aceh dalam advokasi kekerasan terhadap perempuan cukup berhasil dalam memperkuat kapasitas perempuan, membangun solidaritas antar perempuan akar rumput, serta memperluas dukungan dari berbagai pihak dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak perempuan di Aceh.
Kata Kunci: Strategi Advokasi, Kekerasan terhadap Perempuan, Solidaritas Perempuan Aceh (SP Aceh)


This study was motivated by the persistently high rates of violence against women in Aceh. Solidaritas Perempuan Bungoeng Jeumpa Aceh (SP Aceh) is one of the feminist organizations actively engaged in advocacy efforts against violence against women, particularly at the grassroots level. This study aims to analyze SP Aceh’s strategies in advocating against violence against women. It employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The analysis utilizes Robert D. Putnam’s social capital theory, focusing on three key indicators: networks, trust, and norms. The results of the study indicate that the advocacy strategies implemented include policy advocacy, victim support, capacity building for women, as well as education and outreach to the community. These strategies are reinforced by the utilization of the organization’s social capital Networks facilitate the exchange of information and access to resources. Trust strengthens cooperation between organizations and the community. Meanwhile, norms serve as guidelines for advocacy efforts. This strategy is implemented through cross-sectoral collaboration, including: (1) collaboration with grassroots women through outreach, village discussions, training sessions/workshops, and the establishment of the Great Women’s Forum. (2) collaboration with civil society organizations through joint training and discussions; (3) collaboration with the government through public hearings and joint activities; and (4) the use of mass media as a tool for public campaigns, including podcasts, talk shows, and social media. The research findings indicate that the strategies implemented by SP Aceh in advocating against violence against women have been quite successful in empowering women, building solidarity among grassroots women, and broadening support from various stakeholders in efforts to protect and fulfill women’s rights in Aceh. Keywords: Advocacy Strategies, Violence Against Women, Solidaritas Perempuan Aceh (SP Aceh).

Citation



    SERVICES DESK