Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM PIDATO PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO PADA SIDANG TAHUNAN 2025
Pengarang
ARVINA NURAINI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
ARMIA, S.Pd., M.Hum. - 197108221998021001 - - - Dosen Pembimbing I
MAYA SAFHIDA, S.Pd., M.Pd. - 198410282019032017 - - - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2206102010053
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Bahasa dan Sastra Indonesia., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
372.622
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur ilokusi dan
perlokusi dalam Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan 2025.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini
adalah video pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan 2025 yang
diunggah melalui kanal resmi YouTube KOMPASTV. Data penelitian berupa
tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Data dianalisis
dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan data
ke dalam hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 80 tuturan
yang dianalisis, ditemukan lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif,
komisif, direktif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak tutur asertif yang ditemukan,
yaitu melaporkan, mengemukakan pendapat, memberitahukan, menjelaskan,
menyebutkan, dan mengklaim, yang digunakan untuk menyampaikan berbagai
capaian pemerintah di berbagai bidang, yaitu ekonomi, pendidikan, dan program
kesejahteraan masyarakat. Tindak tutur komisif yang ditemukan, yaitu berjanji,
berniat, bersumpah, dan mengancam yang digunakan untuk menyatakan komitmen
pemerintah terhadap program kerja di masa depan, terutama di bidang pendidikan.
Tindak tutur direktif yang ditemukan, yaitu melarang, mengajak, memperingati,
menyarankan, meminta, menasihati dan memerintah yang digunakan untuk
melarang berbagai praktik yang merugikan rakyat, yaitu eksploitasi,
penyelundupan, dan politik pecah belah. Tindak tutur ekspresif digunakan untuk
menyampaikan kritik, ucapan terima kasih, harapan, dan pujian. Tindak tutur
deklaratif digunakan untuk memutuskan kebijakan strategis pemerintah. Hasil
penelitian juga menemukan tindak tutur perlokusi nonverbal, yang ditandai dengan
munculnya efek berupa tepuk tangan, senyuman, dan sorakan.
This study aims to describe the use of illocutionary and perlocutionary speech acts in President Prabowo Subianto's speech at the 2025 Annual Session. This study uses a qualitative descriptive method. The subject of this study is the video of President Prabowo Subianto's speech at the 2025 Annual Session uploaded via the official KOMPASTV YouTube channel. The research data are in the form of speeches containing illocutionary and perlocutionary speech acts. The data collection technique in this study uses listening and recording techniques. The data were analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions from data into research results. The results of this study indicate that from 80 analyzed utterance, five types of illocutionary speech acts were found, namely assertive, commissive, directive, expressive, and declarative speech acts. The assertive speech acts found were reporting, expressing, opinions, informing, explaining, mentioning, and claiming, which were used to convey various government achievements in various fields, namely economics, education, and community welfare programs. Commissive speech acts found, namely promising, intending, swearing and threatening which are used to express the government's commitment to future work programs, especially in the field of education. The directive speech acts found were prohibiting, inviting, warning, suggesting, requesting, advising and ordering, which were used to prohibit various practices that were detrimental to the people, namely exploitation,, smuggling and divide and rule politics. Expressive speech acts are used to convey criticism, gratitude, hope, and praise. Declarative speech acts are used to decide on strategic government policies. The research results also found perlocutionary speech acts, which were marked by the emergence of effects in the form of applause, smiles, and cheers.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO BAKAL CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2024 (MELLA AGUSTIA, 2024)
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM BERKOMUNIKASI ANTARMAHASISWA PBSI FKIP UNSYIAH (Zuraida, 2015)
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL DUNIA KECIL YANG RIUH KARYA ARAFAT NUR (SRINANDA BALQIS, 2025)
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM IKLAN RADIO MEUGAH 95.3 FM BANDA ACEH (IRAHUL AFDAR, 2015)
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM CERAMAH USTAZ ABDUL SOMAD PERIODE 2019 (HURNIPAR, 2023)