HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN RAWAT JALAN SERTA TENAGA KESEHATAN TERHADAP RISIKO SINDROM METABOLIK AKIBAT PENGGUNAAN PSIKOFARMAKA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN RAWAT JALAN SERTA TENAGA KESEHATAN TERHADAP RISIKO SINDROM METABOLIK AKIBAT PENGGUNAAN PSIKOFARMAKA


Pengarang

NAZIFA SAHIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tedy Kurniawan Bakri - 198705082015041002 - Dosen Pembimbing I
Meutia Faradilla - 198703212015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208109010058

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan metabolik yang meliputi hiperglikemia, dislipidemia, obesitas sentral, dan hipertensi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes melitus tipe 2. Pasien gangguan jiwa yang menggunakan psikofarmaka, khususnya antipsikotik atipikal, memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik akibat efek samping obat dan gaya hidup yang kurang sehat, sehingga diperlukan edukasi, pemantauan, dan perubahan gaya hidup yang tepat. Tingkat pengetahuan dan sikap dari pasien maupun tenaga kesehatan diduga memiliki pengaruh terhadap manajemen sindrom metabolik pada pasien jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pasien serta tenaga kesehatan, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap pasien rawat jalan dan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 24 tenaga kesehatan dan 49 pasien dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan R-Studio dengan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki pengetahuan kurang (98%) dengan sikap cukup (47%), sedangkan tenaga kesehatan mayoritas memiliki pengetahuan baik (88%) dan sikap baik (83%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif signifikan dengan kekuatan kuat antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan (p-value = 0,001), serta hubungan positif signifikan dengan kekuatan rendah antara pengetahuan dan sikap pasien (p-value = 0,005), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap tenaga kesehatan dengan pengetahuan pasien (p-value = 0,874). Meskipun tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, pengetahuan pasien masih rendah sehingga diperlukan edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai risiko sindrom metabolik akibat penggunaan psikofarmaka.

Kata kunci : Sindrom metabolik, Psikofarmaka, Pengetahuan, Sikap, Tenaga kesehatan, Pasien gangguan jiwa.

Metabolic syndrome is a cluster of metabolic disorders including hyperglycemia, dyslipidemia, central obesity, and hypertension that can increase the risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. Mental health patients who use psychotropic drugs, especially atypical antipsychotics, have a higher risk of developing metabolic syndrome due to drug side effects and unhealthy lifestyles, so appropriate education, monitoring, and lifestyle changes are needed. The level of knowledge and attitudes of both patients and healthcare professionals are believed to influence the management of metabolic syndrome in psychiatric patients. This study aims to determine the level of knowledge and attitudes of patients and healthcare workers, and to analyze the relationship between knowledge and attitudes of outpatients and healthcare workers. This study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 24 healthcare workers and 49 patients with a total sampling method. Data collection was carried out through questionnaires and analyzed using R-Studio with the Spearman Rank test. The results showed that the majority of patients had poor knowledge (98%) with sufficient attitudes (47%), while the majority of healthcare workers had good knowledge (88%) and good attitudes (83%). Bivariate analysis showed a significant positive relationship with strong strength between knowledge and attitudes of health workers (p-value = 0.001), as well as a significant positive relationship with low strength between knowledge and attitudes of patients (p-value = 0.005), but there was no significant relationship between attitudes of health workers and knowledge of patients (p-value = 0.874). Although health workers have good knowledge and attitudes, patient knowledge is still low so that more effective and sustainable educational interventions are needed to improve patient understanding of the risks of metabolic syndrome due to the use of psychopharmaceuticals. Keywords: Metabolic syndrome, Psychopharmacology, Knowledge, Attitudes, Health workers, Patients with mental disorders.

Citation



    SERVICES DESK