MAKNA DAN FUNGSI SOSIAL SENI WAYANG KULIT BAGI MASYARAKAT JAWA PERANTAUAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MAKNA DAN FUNGSI SOSIAL SENI WAYANG KULIT BAGI MASYARAKAT JAWA PERANTAUAN (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH)


Pengarang

TEGUH SURYADI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010101010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRACT
Art Wayang Kulit, which is one form of art produced from Javanese culture that
has become a symbol of human life in the world and the media to perform
traditional ceremonies as an expression of gratitude to the Creator of Gusti "God"
who gives a blessing to mankind. This art is often done by the Java community
once a year into the month of Muharram or suroan. Performing arts puppet is not
only done by people who are on the island of Java Java Java community but also
the overseas residing in the district wih Pesam especially in the village Suka
Makmur Makmur danSuka East. The aim of research to determine the meaning
and function of art for Javanese Wayang Kulit overseas and how the Java
community to maintain it. The theory is the research used functional proposed by
Parsons that emphasizes regularity of social and community based models
A.G.I.L balance that serves as social control. This type of research is qualitative
by using the method of collecting data through observation in the study sites,
interviews wi th informants openly. The results showed that the relationship
between God and man and man and man portrayed by the story of the play puppet
in the form of meaning and function as traditional ceremonies, an act of gratitude
to God and the story in wayangan be admonished in the guidance of human
society as well as the media to silahturahmi among the Java community in the
district wih Pesam. To preserve the art of the puppet is the Java community is
always doing an exercise routine and find and train new members aiming for the
successor generation of puppet making binding culture is still there and be social
control that emphasizes order in society. To maintain Puppet art in the village
Suka Suka Makmur Makmur and East with the support of local governments
better and the means puppet diperbahurui like tools sehigga puppetry and puppet
story more easily understood.
Keywords: Puppet, Meaning and Function, preservation
iv
Abstrak
Kesenian Wayang Kulit yang merupakan salah satu bentuk karya seni
dihasilkan dari budaya Jawa yang menjadi simbol kehidupan manusia di dunia
dan media untuk melakukan upacara adat sebagai wujud syukur kepada Sang
Gusti Pencipta alam “Tuhan” yang memberikan berkah kepada manusia. Kesenian
ini kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa setahun sekali memasuki bulan
Muharam atau suroan. Pentas seni wayang ini tidak hanya dilakukan oleh
masyarakat Jawa yang berada di pulau Jawa saja melainkan juga masyarakat Jawa
perantauan yang berada di Kecamatan Wih Pesam khususnya di Kampung Suka
Makmur danSuka Makmur Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui makna
dan fungsi kesenian Wayang Kulit bagi masyarakat Jawa perantauan dan cara
masyarakat Jawa dalam mempertahankannya.Teori yang digunakan penelitia n
adalah fungsional yang dikemukakan oleh Parsons yang lebih menekankan
keteraturan social dan keseimbangan masyarakat berdasarkan model A.G.I.L
yang berfungsi sebagai kontrol sosial. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan
menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi pada lokasi penelitian,
wawancara terhadap informan secara terbuka.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia dan manusia dengan
manusia yang digambarkan dengan cerita lakon Wayangan dalam bentuk makna
dan fungsi sebagai upacara adat, wujud syukur kepada Tuhan dan cerita yang ada
di Wayangan menjadi petuah dalam tuntunan manusia bermasyarakat juga sebagai
media untuk silahturahmi sesama masyarakat Jawa di kecamatan Wih Pesam.
Untuk tetap melestarikan seni wayang ini masyarakat Jawa selalu melakukan
latihan rutin dan mencari serta melatih anggota baru yang bertujuan untuk penerus
generasi pewayangan sehingga budaya yang bersifat mengikat ini tetap ada dan
menjadi kontrol sosial yang menekankan pada keteraturan dalam bermasyarakat.
Untuk mempertahankan keseian Wayang Kulit di Kampung Suka Makmur dan
Suka Makmur Timur dengan dukungan pemerintah daerah yang lebih baik serta
sarana pewayangan diperbahurui seperti alat-alat pewayangan dan cerita
pewayangan sehigga lebih mudah dipahami.
Kata kunci : Wayang Kulit, Makna dan Fungsi, pelestarian

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK