PENGARUH PENGGUNAAN FITUR EYE PROTECTION PADA GADGET TERHADAP GEJALA DIGITAL EYE STRAIN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN FITUR EYE PROTECTION PADA GADGET TERHADAP GEJALA DIGITAL EYE STRAIN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN


Pengarang

Tasya Amanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Lia Meuthia Zaini - 198110242006042005 - Dosen Pembimbing I
Nur Ikhsani Rahmatika - 199201302022032006 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010176

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peningkatan penggunaan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari berhubungan dengan meningkatnya keluhan gangguan kesehatan mata, terutama pada kelompok usia mahasiswa. Paparan layar digital dalam waktu lama dapat menyebabkan Digital Eye Strain (DES) atau Computer Vision Syndrome, yaitu kumpulan gejala visual dan okular seperti mata lelah, kering, iritasi, pandangan kabur, hingga sakit kepala. Berbagai penelitian melaporkan prevalensi DES yang cukup tinggi pada mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran yang banyak menggunakan perangkat digital untuk kegiatan akademik. Untuk mengurangi paparan cahaya biru dari layar, produsen perangkat digital mengembangkan fitur eye protection yang bertujuan meningkatkan kenyamanan visual. Namun demikian, efektivitas fitur ini dalam menurunkan gejala DES masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitur eye protection pada perangkat digital terhadap tingkat gejala Digital Eye Strain pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara voluntary sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Sebanyak 159 responden memenuhi kriteria dan dianalisis dalam penelitian ini. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan antara penggunaan fitur eye protection dan tingkat gejala DES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan fitur eye protection dengan tingkat gejala Digital Eye Strain pada mahasiswa kedokteran (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan fitur eye protection pada perangkat digital belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat gejala Digital Eye Strain pada responden dalam penelitian ini.
Kata kunci: digital eye strain, fitur eye protection, cahaya biru, mahasiswa kedokteran, CVS-Q 

The increasing use of digital devices has been associated with a rising incidence of ocular complaints, particularly among students. Prolonged exposure to digital screens may lead to Digital Eye Strain (DES), also known as Computer Vision Syndrome, a condition characterized by a range of visual and ocular symptoms including eye fatigue, dryness, irritation, blurred vision, and headaches. Several studies have reported a high prevalence of DES among university students, especially medical students who frequently rely on digital devices for academic activities. To address this issue, many digital devices are equipped with eye protection features designed to reduce blue light emission and improve visual comfort. However, evidence regarding the effectiveness of these features in reducing DES symptoms remains inconsistent. This study aimed to evaluate the effect of eye protection features on digital devices on the severity of DES symptoms among medical students. This research employed an analytic cross-sectional design. The minimum sample size was calculated using the Slovin formula with a 5% margin of error, and participants were recruited using a voluntary sampling technique. Data were collected using the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). A total of 159 respondents met the inclusion criteria and were included in the analysis. Bivariate analysis was conducted using the Chi-square test to assess the association between the use of eye protection features and the level of DES symptoms. The results showed that there was no statistically significant association between the use of eye protection features and the severity of digital eye strain symptoms among medical students (p > 0.05). In conclusion, the use of eye protection features on digital devices did not demonstrate a significant effect on the level of DES symptoms in this study population. Keywords: digital eye strain, eye protection feature, blue light, medical students, CVS-Q

Citation



    SERVICES DESK