ANALISIS KOMPOSISI MOTIF KERAWANG GAYO PADA BAJU ADAT TARI BINES MASYARAKAT GAYO LUES | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KOMPOSISI MOTIF KERAWANG GAYO PADA BAJU ADAT TARI BINES MASYARAKAT GAYO LUES


Pengarang

RISKY FITRIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ismawan - 196808151995121002 - Dosen Pembimbing I
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Ramdiana - 197609162006042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030055

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

746.44

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Risky Fitriani. (2026). Analisis Komposisi Motif Kerawang Gayo Pada Baju Adat Tari
Bines Masyarakat Gayo Lues. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan
Ismawan, S.Sn., M.Sn. dan Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A.

Kerawang Gayo Lues merupakan seni sulaman tradisional yang memiliki nilai estetika
tinggi dan makna simbolis. Namun, di era modernisasi dikhawatirkan komposisi dan
makna motif tersebut dapat disalahartikan atau diubah sembarangan. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penempatan motif Kerawang Gayo
Lues pada baju adat Tari Bines. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan landasan teori Formalisme. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada unsur
visual seperti garis, bentuk, warna, serta prinsip komposisi meliputi keseimbangan, ritme,
dan kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baju adat Tari Bines terdiri dari tiga
bagian utama, yaitu baju lokop, selendang, dan sarung. Terdapat sembilan jenis motif
utama yang diterapkan, yaitu Sesirung, Leladu, Bunge Kipes, Sederino, Rempelis, Mata
Itik, Bunge Tulen Iken, Gegaping, dan Pucuk Rebung. Secara visual, komposisi
didominasi oleh bentuk geometris (segitiga, trapesium, garis) dan bentuk organis yang
disusun secara simetris dan berulang. Penggunaan warna kontras (merah, kuning, hijau,
putih) di atas latar hitam menciptakan ritme visual dan keseimbangan yang kuat. Setiap
motif memiliki penempatan khusus dan makna filosofis yang mendalam terkait adat,
agama, dan kehidupan bermasyarakat. Komposisi motif Kerawang Gayo Lues tidak
dibuat sembarangan melainkan mengikuti aturan adat yang telah ditetapkan. Penataannya
menciptakan bentuk signifikan yang harmonis dan mencerminkan identitas serta filosofi
budaya masyarakat Gayo Lues, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar nilainya tidak
hilang.

Kata Kunci : Analisis, Komposisi, Kerawang, Tari Bines, Formalisme.





ABSTRACT Risky Fitriani. (2026). Analysis Of The Composition Of The Gayo Openwork Motif On The Traditional Bines Dance Clothes Of The Gayo Lues. [Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Ismawan, S.Sn., M.Sn. and Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. Kerawang Gayo Lues is a traditional embroidery art that has high aesthetic value and symbolic meaning. However, in the industrial era, there is a concern that the composition and meaning of these motifs will be misunderstood or altered. This study aims to describe and analyze the placement of Kerawang Gayo Lues motifs on the traditional costume of the Bines dance. This research uses a qualitative descriptive approach with a Formalism theory perspective. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis focuses on visual elements such as lines, shapes, colors, and composition principles including balance, rhythm, and contrast. The results showed that the Bines dance costume consists of three main parts: baju lokop (top), selendang (scarf), and sarong. There are nine main motifs applied, namely Sesirung, Leladu, Bunge Kipes, Sederino, Rempelis, Mata Itik, Bunge Tulen Iken, Gegaping, and Pucuk Rebung. Visually, the composition is dominated by geometric shapes (triangles, trapezoids, lines) and organic shapes, arranged symmetrically and repetitively. The use of contrasting colors (red, yellow, green, white) on a black background creates a strong visual rhythm and balance. Each motif has a specific placement and deep philosophical meaning related to customs, religion, and social life. The composition of Kerawang Gayo Lues motifs is not arbitrary but follows established traditional rules. The arrangement creates a harmonious "significant form" that reflects the identity and cultural philosophy of the Gayo Lues community, thus requiring preservation so that its values are not lost. Keywords: Analysis, Composition, Kerawang, Bines Dance, Formalism.

Citation



    SERVICES DESK