Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PANDANGAN REMAJA TERHADAP ATURAN BERBUSANA ISLAMI DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Nurul Zahara - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1910101010095
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : .,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pandangan remaja terhadap aturan berbusana islami di Kota Banda Aceh dengan fokus pada praktik penggunaan pakaian olahraga di Stadion Harapan Bangsa. Lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan ruang publik yang mempertemukan aturan Syariat Islam, aktivitas olahraga, serta praktik keseharian remaja yang berkaitan dengan tubuh dan cara berpakaian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang pandangan remaja dalam memaknai aturan berbusana islami dan praktik pakaian olahraga di ruang publik mencerminkan bentuk penerimaan, penyesuaian, atau resistensi terhadap aturan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap remaja akhir berusia 20-24 tahun yang melakukan aktivitas olahraga. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis penelitian menggunakan Teori Wacana dan Kekuasaan Michel Foucault untuk melihat relasi antara kekuasaan, tubuh, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja tidak memandang aturan tersebut semata sebagai aturan hukum formal, melainkan sebagai wacana sosial yang membentuk norma berpakaian di ruang publik. Kepatuhan terhadap aturan berbusana lebih banyak dipengaruhi oleh kesadaran diri, tatapan sosial, serta identitas keislaman, bukan semata-mata oleh pengawasan aparat. Penelitian ini juga menemukan adanya praktik negosiasi dan resistensi tubuh, khususnya pada remaja dengan kebutuhan olahraga tertentu yang dilakukan melalui penyesuaian pakaian dan strategi pemilihan ruang aktivitas, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan aturan Berbusana Islami dalam ruang olahraga membentuk relasi yang dinamis antara wacana syariat, disiplin tubuh, dan praktik keseharian remaja.
Kata kunci: Remaja, Aturan Berbusana Islami, Pakaian Olahraga, Wacana Kekuasaan, Stadion Harapan Bangsa
ABSTRACT This study examines late adolescents’ perspectives on islamic dress regulations in Banda Aceh, with a focus on the practice of wearing sports attire at Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. This site was selected because it represents a public space where Islamic law regulations, sports activities, and adolescents’ everyday practices related to the body and dress intersect. The study aims to understand how adolescents interpret islamic dress regulations and how the practice of wearing sportswear in public spaces reflects forms of acceptance, adaptation, or resistance to these regulations. This research employs a qualitative approach using in-depth interviews with late adolescents aged 20–24 who engage in sports activities. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The analytical framework is based on Michel Foucault’s theory of discourse and power to examine the relationship between power, the body, and social practices. The findings indicate that adolescents do not perceive Islamic dress regulations solely as formal legal rules, but rather as social discourse shaping norms of dress in public spaces. Compliance is influenced more by self-awareness, social judgment, and Islamic identity than by formal surveillance. The study also reveals practices of negotiation and subtle resistance, particularly among adolescents with specific sporting needs, through adjustments in clothing and the selection of activity spaces. It can be concluded that the implementation of Islamic dress regulations in sports spaces produces a dynamic relationship between religious discourse, bodily discipline, and adolescents’ everyday practices. Keywords: Late Adolescents, Islamic Dress Regulations, Sportswear, Discourse and Power, Stadion Harapan Bangsa
RAGAM BERBUSANA REMAJA PUTRI DALAM
KEGIATAN SEHARI-HARI
(SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KOTA SIGLI) (masyithah, 2013)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA. BANDA ACEH DALAM BERBUSANA ISLAMI (T.Ridwansyah, 2022)
GAYA BUSANA REMAJA PUTRI DI DESA RUKOH ~RN(STUDI KASUS PADA REMAJA PUTRI YANG BERDOMISILI DI BARAK PENGUNGSI DESA RUKOH KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH) (Cut Ruhama, 2021)
PERAN IBU DALAM PENATAAN CARA BERBUSANA UNTUK ANAK REMAJA PUTRI DI KOTA LANGSA (SITTI MUTHMAINNAH, 2016)
PENGARUH MEDIA TELEKOMUNIKASI TERHADAP GAYA BERBUSANA REMAJA PUTRI (Yuli Muliana, 2019)