<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714569">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TIARA SRI APRILIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia sebagai negara kepulauan bergantung pada transportasi laut dalam &#13;
menjaga konektivitas wilayah, khususnya di daerah 3T. Rute Sinabang-Calang &#13;
yang dilayani KMP Aceh Hebat 1 berperan penting dalam mobilitas masyarakat &#13;
Simeulue, terutama untuk kebutuhan pendidikan dan distribusi barang. Namun, &#13;
kesesuaian tarif dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat masih menjadi &#13;
tantangan utama dalam penyediaan layanan penyeberangan. Penelitian ini bertujuan &#13;
menganalisis tarif ideal berdasarkan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay &#13;
(WTP), serta mengidentifikasi karakteristik penumpang yang memengaruhi kedua &#13;
indikator tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei &#13;
terhadap 100 responden dengan teknik simple random sampling. ATP dihitung &#13;
berdasarkan pendapatan bulanan, proporsi pengeluaran transportasi, alokasi biaya &#13;
kapal, dan frekuensi perjalanan. WTP dianalisis menggunakan pendekatan &#13;
Revealed Preference melalui skenario tarif Rp75.000-Rp95.000. Hasil &#13;
menunjukkan rata-rata ATP sebesar Rp98.638 per penumpang per perjalanan, &#13;
sedangkan rata-rata WTP sebesar Rp80.675. Tarif aktual Rp84.000 berada di atas &#13;
WTP sebesar Rp3.325 namun masih di bawah ATP sebesar Rp14.638, &#13;
mengindikasikan kondisi ATP &gt; WTP (choice riders). ATP tertinggi terdapat pada &#13;
wiraswasta (Rp102.607) dan terendah pada IRT, petani, serta sopir (Rp82.876&#13;
Rp83.333). WTP tertinggi terdapat pada pelajar/mahasiswa (Rp85.847) dan &#13;
PNS/TNI/POLRI (Rp85.625), sedangkan terendah pada sopir (Rp60.000). &#13;
Mayoritas pengguna merupakan pelajar/mahasiswa (59%) dengan tujuan &#13;
pendidikan (55%). Rentang tarif ideal berada pada Rp80.675-Rp98.638. &#13;
Penyesuaian tarif ekonomi non-seat mendekati Rp80.675 direkomendasikan untuk &#13;
meningkatkan keselarasan antara persepsi nilai dan kemampuan ekonomi, tanpa &#13;
mengganggu keberlanjutan operasional layanan. &#13;
&#13;
Kata kunci: Ability to Pay; Willingness to Pay; KMP Aceh Hebat 1; tarif kapal</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-17 20:07:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-18 10:01:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>