PERTUNJUKAN RAPAI LEPEK DI SANGGAR RAJAWALI COT KUTA KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERTUNJUKAN RAPAI LEPEK DI SANGGAR RAJAWALI COT KUTA KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Haikal Zuhry - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Samsuri - 198902062015012101 - Dosen Pembimbing II
Yuli Astuti - 199007202019032019 - Penguji
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906102030044

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Haikal Zuhry. (2026). Pertunjukan Rapai Lepek di Sanggar Rajawali Cot Kuta Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. [Skripsi Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Tengku Hartati S.Pd., M.Pd, dan Samsuri, S.Pd,. M.Ed.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan musikologis kualitatif dengan memanfaatkan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi lapangan secara langsung, wawancara mendalam dengan syeh dan pemain senior, serta analisis dokumentasi berupa rekaman audio visual dan arsip sanggar. Ketiga teknik ini digunakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur penyajian dan karakter musikal yang membentuk pertunjukan Rapai Lepek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pertunjukan Rapai Lepek di Sanggar Rajawali Cot Kuta terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pembuka, inti, dan penutup. Bagian pembuka berfungsi sebagai pembentukan tempo awal dan penegasan kesiapan kelompok; bagian inti merupakan pusat aktivitas musikal yang diisi oleh pola ritme rapat dan variasi pukulan; sementara bagian penutup berfungsi sebagai penegas akhir pertunjukan yang menyatukan kembali energi musikal dan sosial para pemain. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai kerangka penyajian, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai tradisi dalam komunitas pelaku Rapai Lepek.Teknik pukulan dasar yang digunakan, yaitu dum, tak, dan geurincing, menjadi fondasi utama pembentukan pola ritme. Masing-masing teknik menghasilkan warna bunyi dan aksen berbeda yang menentukan tekstur musikal secara keseluruhan. Pola ritme yang muncul menunjukkan keteraturan metrik yang kuat, didukung oleh aksentuasi serempak, sinkopasi, serta repetisi ritmis yang menciptakan karakter musikal energik dan kompak. Selain itu, syeh memiliki peran sentral dalam mengatur tempo, mengontrol dinamika, dan menjaga kohesi antarpemain, sehingga struktur pertunjukan dapat berlangsung harmonis dari awal hingga akhir. Penelitian ini juga menemukan bahwa Rapai Lepek tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi musikal, tetapi juga sebagai media pewarisan identitas budaya, pembentukan solidaritas sosial, dan pemeliharaan nilai-nilai tradisional masyarakat setempat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar sanggar melakukan dokumentasi repertoar secara sistematis, pemain muda memperkuat penguasaan teknik dasar, serta penelitian lanjutan diarahkan pada pengembangan kajian ornamentasi dan perbandingan gaya antar-sanggar. Selain itu, dukungan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah diperlukan bagi pelestarian Rapai Lepek.
Kata kunci: Rapai Lepek, Struktur Pertunjukan, Teknik Pukulan, Musikologi, Sanggar Rajawali Cot Kuta.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK