<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714535">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN STRUKTUR HISTOPATOLOGI JARINGAN GINGIVA DAN RNJUMLAH MAKROFAG AKIBAT PAPARAN MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI KARIES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GUSTI NABILLA PRATIWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karies gigi merupakan penyakit infeksi kronis yang dapat memicu respons inflamasi pada jaringan gingiva, ditandai dengan perubahan struktur histopatologis serta peningkatan jumlah sel inflamasi, termasuk makrofag. Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) dikenal sebagai bahan alam yang memiliki potensi antiinflamasi dan antibakteri sehingga berpeluang digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengendalikan inflamasi jaringan gingiva akibat karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur histopatologis jaringan gingiva dan jumlah makrofag setelah paparan minyak nilam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi karies. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental labolatoris secara in vivo yang dianalisa secara analitik. Subjek penelitian berupa tikus putih jantan yang diinduksi karies, kemudian diberikan paparan minyak nilam. Pengamatan histopatologis jaringan gingiva dilakukan menggunakan mikroskop cahaya untuk menilai perubahan lapisan mukosa hingga lamina propria, sedangkan jumlah makrofag dihitung secara mikroskopis pada beberapa lapang pandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan minyak nilam memberikan gambaran perbaikan struktur histopatologis jaringan gingiva serta penurunan jumlah sel makrofag dibandingkan jaringan gingiva yang hanya diinduksi karies. Hal ini mengindikasikan adanya efek antiinflamasi minyak nilam terhadap jaringan gingiva. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) berpotensi memengaruhi struktur histopatologis jaringan gingiva dan menurunkan jumlah makrofag pada tikus putih jantan yang diinduksi karies, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif dalam pencegahan dan pengendalian inflamasi gingiva akibat karies.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-17 16:45:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-18 09:13:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>