SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TIRAM (CRASSOSTREA GIGAS) DI PERAIRAN ALUE NAGA DENGAN VARIASI WAKTU PENGADUKAN MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TIRAM (CRASSOSTREA GIGAS) DI PERAIRAN ALUE NAGA DENGAN VARIASI WAKTU PENGADUKAN MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI


Pengarang

Cleo Geubry Awwalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irhamni - 197101061997022001 - Dosen Pembimbing I
Zulfalina - 197507072002122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208102010030

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Fisika., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hidroksiapatit (HAp) merupakan biomaterial yang banyak digunakan karena sifatnya
yang biokompatibel, bioaktif, dan menyerupai komponen anorganik utama tulang dan
gigi. Penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang tiram (Crassostrea gigas) dari
perairan Alue Naga sebagai sumber kalsium untuk sintesis HAp menggunakan metode
presipitasi, dengan tujuan mengkaji pengaruh variasi waktu pengadukan terhadap
karakteristik HAp yang dihasilkan. Serbuk CaO diperoleh melalui kalsinasi cangkang
tiram pada 900 °C selama 6 jam, kemudian dihaluskan dan diayak. Sebanyak 15 gram
CaO dilarutkan dalam 200 ml akuades dan direaksikan dengan larutan H3PO4
(perbandingan volume 50:50), lalu diaduk menggunakan magnetic stirrer pada 90 °C
dan 350 rpm dengan variasi waktu 25, 50, 75, 100, dan 125 menit. Nilai pH campuran
diatur hingga pH 9 menggunakan NaOH, kemudian dilakukan aging selama 24 jam,
pencucian, pengeringan pada 110 °C, dan sintering pada 900 °C selama 2 jam.
Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD untuk identifikasi fasa, kristalinitas,
kemurnian, dan ukuran kristal, serta SEM-EDS untuk morfologi dan komposisi unsur.
Hasil XRD menunjukkan bahwa HAp berhasil terbentuk pada seluruh variasi waktu
pengadukan dengan fasa HAp dominan (± 90,56 – 92,18 %). Nilai kristalinitas
meningkat dari 82,41 % (25 menit) dan mencapai nilai tertinggi pada 75 menit sebesar
90,64 %, kemudian menurun pada pengadukan 100 – 125 menit. Pola yang sama
ditunjukkan oleh nilai kemurnian, dengan nilai tertinggi pada 75 menit sebesar 82,41%
%. Ukuran kristal berada pada skala nanometer dengan rentang 26,69 – 31,65 nm, dan
ukuran terbesar diperoleh pada waktu pengadukan 75 menit (31,65 nm). Citra SEM
memperlihatkan morfologi partikel yang tidak beraturan dan cenderung membentuk
aglomerat; namun pada 75 menit partikel tampak lebih halus, granular, dan
distribusinya lebih merata dibanding variasi lainnya. Dengan demikian, waktu
pengadukan 75 menit merupakan kondisi optimum untuk menghasilkan HAp dengan
kualitas kristal terbaik dan berpotensi untuk aplikasi biomaterial.

Hydroxyapatite (HAp) is a widely used biomaterial due to its biocompatibility, bioactivity, and similarity to the main inorganic components of bones and teeth. This study utilizes oyster shell waste (Crassostrea gigas) from the waters of Alue Naga as a source of calcium for HAp synthesis using the precipitation method, with the aim of examining the effect of stirring time variation on the characteristics of the resulting HAp. CaO powder was obtained by calcining oyster shells at 900 °C for 6 hours, then ground and sieved. A total of 15 grams of CaO was dissolved in 200 ml of distilled water and reacted with

Citation



    SERVICES DESK