IDENTIFIKASI BANGUNAN TIPIKAL REPRESENTATIF MENGGUNAKAN DATA TERBATAS DAN ANALISIS SEISMIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI BANGUNAN TIPIKAL REPRESENTATIF MENGGUNAKAN DATA TERBATAS DAN ANALISIS SEISMIK


Pengarang

KHAIRIL AKSART - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yunita Idris - 198006082009122002 - Dosen Pembimbing I
Zahra Amalia - 199203122019032023 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204101010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi akibat interaksi tiga lempeng tektonik utama dunia. Bangunan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas dituntut memiliki kinerja struktur yang memadai terhadap beban gempa agar tetap berfungsi setelah terjadinya gempa. Evaluasi kinerja seismik bangunan sering menghadapi kendala berupa keterbatasan data teknis, seperti tidak tersedianya as-built drawing. Keterbatasan ini meningkatkan ketidakpastian dalam proses pemodelan dan analisis struktur, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu merepresentasikan kondisi bangunan secara akurat meskipun dengan data terbatas. Pada tahap awal, identifikasi kondisi bangunan dilakukan melalui metode Rapid Visual Screening (RVS) untuk memperoleh gambaran umum kerentanan struktur secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangunan tipikal representatif Puskesmas di Kota Banda Aceh serta mengevaluasi kinerja seismiknya melalui analisis pushover. Pembentukan bangunan tipikal dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu bangunan tipikal berdasarkan parameter bangunan dominan dan bangunan tipikal berdasarkan kurva kapasitas. Pendekatan parameter bangunan dominan didasarkan pada identifikasi parameter struktur yang paling sering muncul dari populasi bangunan, sedangkan pendekatan kurva kapasitas didasarkan pada rata-rata respons kapasitas dari populasi bangunan. Analisis pushover menghasilkan kurva kapasitas sebagai dasar penyusunan kurva kerapuhan dan kurva kerentanan menggunakan framework ASFRAVA-B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua representasi bangunan tipikal dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan bangunan Puskesmas serta mendukung evaluasi dan mitigasi risiko gempa pada fasilitas kesehatan.

Kata kunci: bangunan tipikal, data terbatas, analisis pushover, rapid visual screening, ASFRAVA-B.

Indonesia is a region with high seismicity due to the interaction of three major tectonic plates. Healthcare facilities such as hospitals and community health centers are required to have adequate structural performance against earthquake loads to ensure their functionality after seismic events. However, evaluating the seismic performance of buildings often faces challenges due to limited technical data, such as the absence of as-built drawings. This limitation increases uncertainty in the modeling and structural analysis process, thus requiring an approach that can accurately represent building conditions despite limited data availability. At the initial stage, building conditions are identified using the Rapid Visual Screening (RVS) method to obtain a quick overview of structural vulnerability. This study aims to identify representative typical Puskesmas buildings in Banda Aceh City and evaluate their seismic performance through pushover analysis. The development of typical buildings is carried out using two approaches, namely typical buildings based on dominant building parameters and typical buildings based on capacity curves. The dominant parameter approach is based on identifying structural parameters that most frequently appear within the building population, while the capacity curve approach is based on the average capacity response of the building population. Pushover analysis produces capacity curves that serve as the basis for developing fragility and vulnerability curves using the ASFRAVA-B framework. The results indicate that both representations of typical buildings can be used to identify the vulnerability level of Puskesmas buildings and support the evaluation and mitigation of earthquake risks in healthcare facilities. Keywords: typical buildings, limited data, pushover analysis, rapid visual screening, ASFRAVA-B.

Citation



    SERVICES DESK