<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714323">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN ARSITEKTUR EFFICIENTNET DAN MOBILENET UNTUK KLASIFIKASI CITRA WAJAH DOWN SYNDROME DENGAN VISUALISASI GRAD-CAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD DIKA RAFI KASHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Down Syndrome (DS) merupakan kelainan genetik akibat trisomi kromosom 21 &#13;
yang dapat dikenali melalui karakteristik morfologi wajah. Pendekatan analisis citra &#13;
wajah menjadi metode non-invasif yang potensial untuk mendukung deteksi dini &#13;
DS. Seiring perkembangan teknologi deep learning, ekstraksi fitur visual dari citra &#13;
wajah dapat dilakukan secara otomatis dan akurat. Oleh karena itu, penelitian ini &#13;
bertujuan untuk membandingkan performa dua arsitektur lightweight convolutional &#13;
neural network, yaitu EfficientNet-B1 dan MobileNetV3-Large, dalam &#13;
mengklasifikasi citra wajah anak dengan DS dan Non-DS. Dataset yang digunakan &#13;
terdiri dari 6.332 citra wajah yang diperoleh dari platform Roboflow, kemudian &#13;
melalui proses filtering dan preprocessing sehingga diperoleh 2.620 citra &#13;
berkualitas &#13;
tinggi. &#13;
Tahap preprocessing meliputi image enhancement &#13;
menggunakan Gaussian noise, image sharpening, dan contrast adjustment, serta &#13;
resizing sesuai kebutuhan masing-masing model. Dataset dibagi menjadi 70% data &#13;
latih, 20% data validasi, dan 10% data uji. Evaluasi performa dilakukan &#13;
menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score, serta dianalisis &#13;
menggunakan confusion matrix. Selain itu, metode Grad-CAM digunakan untuk &#13;
meningkatkan interpretabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
EfficientNet-B1 menghasilkan performa yang lebih baik dengan akurasi sebesar &#13;
91.3% dibandingkan MobileNetV3-Large sebesar 86.4%. Selain itu, EfficientNet&#13;
B1 juga menunjukkan stabilitas yang lebih baik serta visualisasi Grad-CAM yang &#13;
lebih terfokus pada area wajah yang relevan. Dengan demikian, EfficientNet-B1 &#13;
dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dalam pengembangan sistem deteksi dini &#13;
DS berbasis citra wajah yang akurat, efisien, dan mudah diinterpretasikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714323</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 20:24:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-17 09:32:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>