<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714285">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA MAJELIS ADAT ACEH TAMIANG DALAM PELESTARIAN TRADISI BERBALAS PANTUN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Hafni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nurul Hafni (2026). Upaya Majelis Adat Aceh Tamiang dalam Pelestarian Tradisi &#13;
Berbalas Pantun. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Hasbi &#13;
Ali, S.Pd., M.Si., dan Ridayani, S.H., M.H. &#13;
Tradisi berbalas pantun adalah bagian integral dari budaya Melayu di Aceh &#13;
Tamiang. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui dan menganalisis Upaya yang &#13;
dilakukan oleh Majelis Adat Aceh Tamiang dalam Pelestarian Tradisi Berbalas &#13;
Pantun. (2) Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam menjalankan &#13;
pelestraian tradisi berbalas pantun. Penelitian ini menggunakan pendekatan &#13;
kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara pada Mei-Juni &#13;
2025. Subjek penelitian terdiri dari 6 informan yang dipilih secara purposive &#13;
sampling. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian data, &#13;
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Majelis Adat Aceh tamiang &#13;
berupaya melestarikan tradisi berbalas pantun melalui sosialisasi dan pelatihan &#13;
pantun di sekolah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, &#13;
penyelenggaraan acara adat (penyambutan tamu, pesta sunat, pernikahan), &#13;
pendokumentasian pantun melalui rekaman video dan audio yang disebarkan via &#13;
media sosial dan radio lokal, serta pengembangan program edukasi untuk guru dan &#13;
siswa. (2) Hambatan pelestarian meliputi kurangnya minat dan pengetahuan &#13;
generasi muda, keterbatasan angaraan, serta belum optimalnya dokumentasi dan &#13;
publikasi digital. Simpulan penelitian: (1) Majelis Adat secara aktif membina dan &#13;
mensosialisasikan tradisi berbalas pantun, berkolaborasi dengan komunitas dan &#13;
lembaga pendidikan, serta memanfaatkan media modern untuk pelestarian. (2) &#13;
Meskipun ada berbagai hambatan, inovasi terus dilakukan agar tradisi ini tetap &#13;
relavan dan memperkuat identitas Budaya Melayu Tamiang serta kohesi sosial &#13;
masyrakat. Saran: (1) Bagi Majelis Adat Aceh Tamiang meningkatkan pembinaan &#13;
generasi muda melalui edukasi kreatif, workshop di sekolah, dan media digital &#13;
sebagai sarana publikasi dan arsip budaya. (2) Bagi Pemerintah memberikan &#13;
dukungan kebijakan berupa pendanaan berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci:  &#13;
Peran dan Upaya Pelestarian, Tantangan atau Hambatan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 16:16:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 16:16:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>