<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714161">
 <titleInfo>
  <title>STUDENTS’ DIFFICULTIES AND NEEDS IN ESSAY WRITING CLASSES (A QUALITATIVE STUDY OF FIFTH-SEMESTER STUDENTS  IN THE ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT  AT UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TSAIR AHMAD JIBRIL ASKARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulisan esai merupakan komponen fundamental literasi akademik dalam program Pendidikan Bahasa Inggris; namun, banyak mahasiswa EFL terus mengalami kesulitan meskipun telah menyelesaikan mata kuliah penulisan esai. Studi deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan linguistik mahasiswa dalam penulisan esai dan untuk mengeksplorasi kebutuhan belajar mereka setelah menyelesaikan mata kuliah Penulisan Esai. Studi ini dilakukan di Departemen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang diberikan kepada 93 mahasiswa semester lima dan wawancara semi-terstruktur dengan 10 partisipan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata bahasa dianggap sebagai kesulitan paling berat dalam hal intensitas (M = 4,17), sedangkan pilihan kata adalah kesulitan yang paling sering dialami, dilaporkan oleh 61,83% mahasiswa, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah (M = 3,75). Aspek lain, termasuk organisasi, ide pendukung, dan ejaan, diidentifikasi sebagai kesulitan sedang, sedangkan tanda baca dan kapitalisasi dianggap kurang bermasalah. Temuan wawancara menunjukkan bahwa kesulitan linguistik mahasiswa secara langsung memengaruhi kebutuhan belajar mereka, khususnya kebutuhan akan bimbingan instruksional yang lebih jelas, penjelasan eksplisit tentang struktur esai, umpan balik berkelanjutan, dan dukungan berkelanjutan selama proses penulisan. Studi ini menyimpulkan bahwa kesulitan linguistik dan kebutuhan belajar siswa saling terkait erat, menyoroti pentingnya mengintegrasikan dukungan linguistik dengan pengajaran berorientasi proses dalam kelas penulisan esai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714161</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 11:02:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 15:52:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>