<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714119">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS WACANA KRITIS KONTEN FEMININE ENERGY (STUDI KOMPARATIF PADA AKUN TIKTOK @FEMINIYOU, DAN @TANIAMILEST)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rayva Viozola</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Feminine energy dipahami sebagai seperangkat kualitas dan karakteristik yang secara sosial dilekatkan pada perempuan. Fenomena ini berkembang pesat di TikTok sebagai narasi pemberdayaan diri, namun sekaligus berpotensi melanggengkan nilai patriarkal melalui standar feminitas tertentu. Penelitian ini berfokus pada analisis serta perbandingan konstruksi wacana feminine energy dalam representasi perempuan di ruang digital melalui akun TikTok @feminiyou dan @taniamilest. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yang mencakup tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif terhadap konten video, dengan perhatian khusus pada narasi, pilihan kata, dan visualisasi. Teori kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu turut digunakan untuk menelaah bagaimana feminine energy dapat menjadi bentuk misrecognition atas konstruksi gender yang dianggap alami.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @feminiyou lebih menekankan feminine energy sebagai proses transformasi diri yang berpusat pada kelembutan dan daya tarik dalam konteks relasi romantis, sedangkan akun @taniamilest memaknainya sebagai kesadaran batin dan penerimaan diri tanpa menuntut perubahan penampilan luar. Temuan ini menegaskan bahwa feminine energy yang dihasilkan kedua akun tersebut merupakan bukti dari hegemoni dan feminine energy bukanlah konsep tunggal, melainkan wacana yang terus diproduksi, dinegosiasikan, dan direproduksi melalui media sosial.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Feminine Energy, Analisis Wacana Kritis, TikTok, Kekuasaan Simbolik, Gender &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714119</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 08:52:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 15:54:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>