<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714087">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIRDANISA NURLATIFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi Trypanosoma evansi dapat menyebabkan gangguan metabolisme sel dan kerusakan organ dan jaringan, salah satunya adalah hati, melalui efek toksik dan respon inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun kecombrang dalam memperbaiki gambaran histopatologi hati akibat infeksi T. evansi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Sampel yang digunakan yaitu tikus, dengan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu, K0 (kontrol negatif, hanya diberi akuades), K1 (Kontrol positif, yang diinfeksi T. evansi), dan kelompok perlakuan yang diinfeksi T. evansi serta diberi dosis ekstrak 300mg/k BB (K2), 600mg/kg BB (K3) dan 1200 mg/kg BB (K4). Hati dikoleksi dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan HE dan dinilai secara kuantitatif yaitu dengan menghitung jumlah sel yang mengalami kerusakan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pada K0, K1, K2, K3, dan K4 dijumpai hepatosit normal, degenerasi lemak, degenerasi parenkimatosa, nekrosis, hiperemi/kongesti, hemoragi, dan perivascular cuffing. Hasil analisis statistik menunjukkan pada K2 yang diberi ekstrak daun kecombrang dosis 300 mg/kg, hepatosit normal lebih banyak dan berbeda nyata dengan K1 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 20:52:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 09:25:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>