<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714073">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI DAN DIBERI EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>EDRA TESALONIKA PURBA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Trypanosoma evansi merupakan parasit protozoa penyebab penyakit trypanosomiasis (surra) yang masih menjadi masalah utama khususnya pada hewan ternak dan hewan liar. Obat-obatan yang umum digunakan untuk pengobatan surra susah didapat, harganya mahal dan sudah terjadi resistensi. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu alternatif tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan serta mengendalikan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan ekstrak daun kecombrang dalam memperbaiki gambaran histopatologi ginjal tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinfeksi T. evansi. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu, K0 (hanya diberi akuades dan tidak diinfeksi T. evansi), K1 (diinfeksi T. evansi), K2, K3 dan K4 (diinfeksi T. evansi dan diberi ekstrak daun kecombrang dosis berturut-turut 300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB). Perlakuan dilakukan selama 6 hari, kemudian tikus dieutanasia dan dinekrospi. Organ ginjal kemudian dikoleksi untuk pembuatan preparat histopatologi menggunakan pewarnaan HE. Hasil pengamatan pada K0 ditemukan adanya tubulus normal, degenerasi lemak, nekrosa tubulus, adhesi glomerulus, atrofi glomerulus, dan siste. Pada K1, K3, dan K4 ditemukan degenerasi lemak, nekrosa tubulus, adhesi glomerulus, atrofi glomerulus, siste dan kongesti. Pada K2 ditemukan tubulus normal, degenerasi lemak, nekrosa tubulus, adhesi glomerulus, atrofi glomerulus, siste dan kongesti. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P &lt; 0,05) pada K2 parameter tubulus normal dan degenerasi lemak yang mengalami penurunan rata-rata jumlah, sedangkan pada nekrosis tubulus, adhesi glomerulus, atrofi glomerulus, pembentukan siste glomerulus, dan kongesti terjadi penurunan rata-rata jumlah walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P &gt; 0,05) dengan K1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kecombrang dengan dosis 300 mg/kg BB mampu memperbaiki gambaran histopatologi ginjal tikus yang diinfeksi T. evansi.&#13;
Kata kunci: Efek Protektif, Histopatologi Ginjal, Kecombrang (Etlingera elatior), Sura, Trypanosoma evansi &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714073</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 18:50:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-16 09:12:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>